"Mereka senang ditangkap di sana, karena saat ditangkap dikasih hamburger, steak, dan spageti. Kalau ditangkap di sini kan hanya dikasih nasi biasa," kelakar Ketua Umum DPP Himpunan Nelayan Seluruh Indonesia (HNSI) Yussuf Solichien Martadiningrat.
Hal tersebut disampaikan Yussuf usai bertemu Wakil Presiden Jusuf Kalla di Kantor Wapres, Jl Medan Merdeka Selatan, Jakarta, Kamis (13/12/2007).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Yussuf menjelaskan, nelayan Indonesia sering melintasi jalur tradisional seperti NTT, Bugis, Bau bau, Buton, dan Maluku. "Mereka kan menggunakan kapal tradisional yang tidak menggunakan GPS. Jadi sering mereka tersesat ke negara lain," jelasnya.
Selain itu, lanjut Yussuf, nelayan Indonesia sering tergiur dengan hasil laut Australia. Sehingga mereka sering melintasi batas negara.
"Tripang di Australia itu besar-besar. Mereka mungkin tergiur itu. Ini sudah dilakukan ratusan tahun lalu," pungkasnya.
(ary/nrl)











































