Padahal angsa-angsa itu rencananya akan dijual di Inggris selama perayaan Natal nanti. Para pencuri menyelinap masuk ke peternakan angsa di Okehampton, Devon. Mereka membakar kandang yang menampung sekitar 800 angsa.
Akibatnya, kini mustahil bagi Duchy Originals memasok angsa organik bagi para pelanggan selama musim Natal. Demikian disampaikan juru bicara Duchy Originals yang menyebut peristiwa itu sebagai insiden menyedihkan.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Saya tidak mengerti kenapa orang bisa berbuat sejahat dan sehina itu," cetus Rona Amiss seperti dilansir kantor berita AFP, Kamis (13/12/2007).
"Kami bangun pukul 4 pagi dan melihat kandang kebakaran, tak banyak yang bisa kami lakukan saat itu," sesal wanita itu.
Dikatakannya, empat anaknya menyaksikan bagaimana hewan-hewan unggas yang mereka pelihara mati dengan cara mengerikan pada pada 30 November lalu itu. Buntut kejadian ini, Rona menyampaikan pada Pangeran Charles bahwa keluarganya tidak bisa lagi beternak angsa.
"Saya telah menulis surat ke Pangeran Charles dan mengatakan kami tidak bisa melakukannya lagi," tutur Rona.
Pangeran Charles mendirikan Duchy Originals pada 1992 dan semua profitnya diserahkan untuk amal.
(ita/sss)











































