Megawati yang Telah Berubah

Megawati yang Telah Berubah

- detikNews
Kamis, 13 Des 2007 08:14 WIB
Megawati yang Telah Berubah
Jakarta - Megawati Soekarno Putri telah digadang-gadang PDIP sebagai calon presiden 2009.  Megawati telah berubah. Gaya bicaranya berubah tajam dibanding 2004 lalu. Di setiap kalimat yang dia tuturkan, sering terselip kalimat bahasa Inggris.

Memang tidak ada seorang pun yang pernah meragukan kemampuan bahasa Inggris yang dimiliki Megawati. Menjadi anak presiden pertama, Soekarno, Megawati sudah terbiasa berkunjung ke negara-negara lain. Tak jarang pula, Megawati juga mendampingi ayahnya di acara-acara penting dan kenegaraan yang menggunakan bahasa internasional.

Namun, selama menjadi Presiden, Megawati tidak pernah 'mengumbar' kalimat bahasa Inggris dalam setiap pidato atau ceramahnya. Kalau pun pernah, itu sangat jarang. Berbeda sekali dengan Presiden SBY yang setiap saat berpidato, selalu ada bumbu kalimat bahasa Inggris.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Tapi, kini Megawati sudah mengubah gayanya. Saat detikcom mendengarkan secara seksama wawancara Megawati dengan radio Female yang disiarkan Rabu (12/12/2007) kemarin, gaya bicara Megawati jelas-jelas terlihat berubah. Dalam wawancara sekitar 1 jam itu, Ketua Umum DPP PDIP itu sering menggunakan kata bahasa Inggris.

Kata seperti 'actually, in nature, twenty years, interesting, climate change dan flower' menjadi bagian kata bahasa Inggris yang diucapkan Megawati dalam wawancara itu.  Masih banyak kata-kata bahasa Inggris lainnya diucapkan Megawati secara fasih.

Saat itu, Megawati diwawancara mengenai tanaman dan perubahan iklim. Kapasitas Mega bukan sebagai ketua umum DPP PDIP, tapi sebagai Ketua Yayasan Kebun Raya Bogor. Selain membicarakan mengenai tanaman, Megawati juga menyinggung mengenai perubahan iklim yang kini dibahas dalam sebuah konferensi di Nusa Dua, Bali.

Megawati bercerita mengenai kunjungannya ke banyak negara dan mengunjungi banyak kebun raya. "Saya diberi kesempatan untuk mengunjungi kebun raya di Inggris, yang diberi nama Royal Horticultura Society. Dasar orang Inggris yang suka tanaman, memang bagus sekali kebun rayanya," kata Megawati.

Megawati juga bicara mengenai penamaan Pulau Flores. "Karena itu, dulu orang yang ke sana ingin mencari bunga, mereka ingin mencari flower, flora," ujar Megawati yang saat hanya bicara mengenai hal-hal yang sangat ringan. Tidak ada pembicaraan politik.

Hanya saja, gaya bicara Megawati yang tidak berubah adalah penggunaan bahasa Jawa. Dia masih tetap banyak menggunakan kata bahasa Jawa seperti yang dilakukan selama ini.

Mengapa Megawati mengubah gaya bicaranya untuk konsumsi publik? Belum tahu. Yang jelas, saat ini Megawati dikelilingi banyak orang pandai. Salah satunya, Budiman Sudjatmiko, aktivis prodemokrasi yang pernah kuliah di negara Inggris. (asy/asy)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads