"Dianaktirikan siapa. Subsidi pemerintah untuk tiap penumpang ekonomi itu Rp 4.000 dari harga tiket yang berkisar Rp 5.000 - Rp 6.000," kata Wendy kepada detikcom, Kamis (13/12/2007).
Wendy mengatakan, subsidi pemerintah untuk KA jarak pendek termasuk besar jika dibanding negara-negara lain. "Harap maklum kalau pelayanan seperti itu karena subsidinya masih besar," katanya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Bayangkan yang biasanya 1 rangkaian 6 gerbong, kalau bisa membeli gerbong, 1 rangkaian menjadi 12 gerbong. Jadi tidak berdesakan," imbuhnya.
Wendy mengatakan, dengan subsidi sekarang pun, PT KA pas-pasan untuk membiayai operasionalnya. Namun, Dephub tidak bisa menghitung untung rugi mensubsidi kelas ekonomi.
"KA ekonomi itu melayani pekerja kelas bawah yang menggerakkan roda perekonomian. Multiplier effectnya besar untuk ekonomi. Jadi akhirnya tidak rugi juga kan," kata dia.
Untuk saat ini, yang paling penting dari angkutan kelas ekonomi adalah bisa terangkut selamat dan aman. "Yang penting keselamatan. Bisa terangkut. Aman itu dalam artian tidak sampai terjadi pencurian sarana kereta api. Kalau nyaman memang belum bisa ya. Tapi pelan-pelan akan kita benahi," tandasnya.
Sementara subsidi atau public service obligation (PSO) yang akan dikucurkan ke PT KA dan telah disetujui DPR untuk tahun 2007 ini senilai Rp 425 miliar, Rp 375 miliar dari APBN, dan Rp 50 miliar dari APBN Perubahan. PSO itu ditargetkan cair sebelum 15 Desember 2007.
"Itu dari Rp 600 miliar yang diminta PT KA," kata dia.
Untuk PSO tahun depan, Dephub belum menerima perhitungan dari PT KA.
(nwk/ken)











































