Jamaah tersebut baru tiba di Makkah dari Jeddah pukul 21.00 WAS. Semula kepada mereka diberitahu bahwa pemondokannya adalah di Jarwal. Hingga masuk tiba di Jeddah, mereka masih yakin bahwa tempat penginapan mereka seperti yang semula diberitahukan.
Namun, menurut para jamaah, sesampai di tengah perjalanan menuju Makkah mereka diberitahu secara mendadak bahwa penginapan mereka dipindahkan di Aziziyah yang cukup jauh dari Masjid al-Haram.
Tidak terima dengan perubahan mendadak itu maka mereka menolak masuk ke pemondokan dan langsung menuju kantor Daker untuk mempertanyakan perubahan tersebut. Sembilan bus yang mengangkut mereka diparkir di depan kantor Daker, sedangkan para jamaah masuk ke halaman kantor.
Mereka ditemui oleh Dubes RI untuk Arab Saudi dan Kasultanan Oman Salim Segaf al-Jufri, dan Kepala PPIH Daker Makkah Wradhani Muchsin. Para pejabat tersebut baru saja tiba di kantor daker setelah menghadiri koordinasi terkahir persiapan ibadah haji.
Kepada para jamaah dijelaskan, perubahan pemondokan itu terjadi sebagai dampak pembatalan sepihak yang dilakukan pemilik pemondokan beberapa waktu. Bahkan rumah yang diperuntukkan sekarang itupun baru didapatkan sepekan lalu karena rumah-rumah di Makkah sudah dipakai jamaah lain.
Akhirnya dapat diambil kesepakatan mereka bersedia menempati pemondokan tersebut untuk segera beristirahat, makan malam dan segera melakukan ibadah umroh. Mereka akan mendapat prioritas pindah ke pemondokan yang lebih dekat ke Masjid al-Haram setelah jamaah gelombang pertama dipulangkan. (mbr/ken)











































