Puan Terima Wakil PM Bulgaria, Dorong Kerja Sama Pendidikan dan Olahraga

Puan Terima Wakil PM Bulgaria, Dorong Kerja Sama Pendidikan dan Olahraga

Annisa Sekar Melati - detikNews
Senin, 14 Sep 2026 13:18 WIB
DPR RI
Foto: DPR RI
Jakarta -

Ketua DPR RI Puan Maharani menerima kunjungan Wakil Perdana Menteri (PM) sekaligus Menteri Ekonomi, Investasi, dan Industri Bulgaria Alexander Poulev. Puan mendorong penguatan kerja sama Indonesia-Bulgaria, khususnya di bidang pendidikan dan olahraga.

Puan menyambut langsung kedatangan Alexander Poulev beserta rombongan delegasinya di Gedung Nusantara, Senin (14/9). Dalam penyambutan ini, ia didampingi oleh Ketua Komisi I DPR Utut Adianto, Wakil Ketua Komisi IX DPR Charles Honoris, dan Wakil Ketua BKSAP DPR Irine Yusiana Roba Putri.

"Selamat datang di Jakarta, dan selamat datang di Gedung DPR RI, bangunan bersejarah dengan nilai yang sangat penting bagi Indonesia," kata Puan pada keterangan tertulinsya, Senin (14/9/2026).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Puan menyinggung Bulgaria merupakan salah satu negara di Eropa yang paling awal mengakui kemerdekaan Indonesia. Hal ini dibuktikan secara nyata melalui kunjungan bersejarah presiden pertama RI pada masa lalu.

"Presiden pertama Indonesia, Presiden Soekarno, mengunjungi Bulgaria di tahun 1961 sebagai komitmen persahabatan kedua negara," tutur cucu Soekarno itu.

ADVERTISEMENT

Dalam lawatan historis tersebut, Bung Karno diketahui membawa pulang bibit bunga mawar khas Bulgaria. Bunga beraroma sangat wangi ini rupanya terus dibudidayakan secara lokal hingga sekarang.

"Beliau membawa pulang Bulgarian Rose yang sampai sekarang masih dibudidayakan di Indonesia sebagai bahan baku pembuatan parfum dan minyak atsiri," jelas Puan.

Melalui pertemuan hari ini, peluang kerja sama diyakini akan semakin terbuka lebar di masa depan. Puan secara langsung menegaskan posisi strategis Bulgaria di mata Indonesia.

"Yang Mulia, Indonesia memandang Bulgaria sebagai mitra penting di Kawasan Balkan dan Eropa," ucap perempuan pertama yang menjabat sebagai Ketua DPR RI tersebut.

Menurut Puan, kemitraan strategis ini didasari oleh kesamaan nilai demokrasi dan komitmen kuat terhadap tatanan dunia internasional. Landasan tersebut dinilai sangat krusial sebagai pegangan di era saat ini.

"Di tengah dinamika geopolitik dan ketidakpastian global, nilai-nilai ini menjadi pegangan untuk kita saling menghargai dan mengedepankan kerja sama," sebut Puan.

DPR RI lantas mengajak Bulgaria mewujudkan tatanan dunia yang menempatkan kemanusiaan dan kesejahteraan sebagai tujuan utama antarbangsa. Setiap negara diharapkan bisa saling berkolaborasi tanpa harus menjatuhkan satu sama lain.

"Memastikan setiap bangsa dan negara dapat maju secara bermartabat dan dihormati kedaulatannya. Negara tidak seharusnya saling bekompetisi untuk meraih kesejahteraan tapi harus kerjasama saling menguntungkan," paparnya.

Saat ini, Indonesia dan Bulgaria diketahui sama-sama sedang menjalani proses aksesi keanggotaan OECD. Kondisi ini bisa dimanfaatkan oleh parlemen dari kedua negara untuk saling bersinergi.

"Dalam konteks tersebut, kedua parlemen dapat bertukar pengalaman mengenai proses reformasi kebijakan, harmonisasi regulasi, serta penguatan tata kelola ekonomi dan investasi," ungkap Puan.

Di sektor riil, perkembangan ekonomi serta perdagangan kedua negara dari tahun ke tahun dinilai makin memperlihatkan kemajuan.

"Hal ini menjadi catatan bagi kami untuk mendorong Pemerintah RI untuk terus meningkatkan volume dan diversifikasi perdagangan kedua negara," terang Puan.

Puan menilai pelabuhan Varna dan Burgas di Bulgaria dapat menjadi hub strategis masuknya produk Tanah Air. Sebaliknya, Indonesia juga siap memfasilitasi masuknya investasi dari negara tersebut.

"Kami juga berharap semakin banyak perusahaan Bulgaria yang melihat Indonesia sebagai basis investasi untuk pasar ASEAN dan kawasan," ujarnya.

Dalam konteks Uni Eropa, kerja sama ekonomi diharapkan semakin meningkat tajam usai rampungnya perundingan Indonesia-EU CEPA.

"Kami harap Bulgaria menjadi mitra penting Indonesia dalam memanfaatkan secara maksimal kesepakatan Indonesia-EU CEPA," lanjut mantan Menko PMK itu.

DPR RI sendiri memastikan siap memberikan dukungan penuh lewat penguatan regulasi. Iklim bisnis yang sehat diharap mampu merangsang pertumbuhan ekonomi berkelanjutan.

"DPR RI berkomitmen memberikan dukungan parlemen melalui penguatan regulasi dan diplomasi parlemen untuk menciptakan ekosistem yang kondusif bagi peningkatan perdagangan dan investasi kedua negara," sambungnya.

Selain urusan ekonomi, hubungan bilateral yang kokoh juga diyakini wajib bertumpu pada interaksi antarmasyarakat.

"Sebagai perwakilan dari rakyat, kami di DPR RI mendorong peningkatan interaksi masyarakat Indonesia dan Bulgaria, termasuk melalui pendidikan, pertukaran budaya, pariwisata, dan ketenagakerjaan," urai Puan.

Puan secara khusus sangat mengapresiasi upaya pengenalan Bahasa Indonesia hingga pendirian pusat warisan budaya di Bulgaria.

"Saya mengapresiasi upaya untuk memperkenalkan dan mengajarkan Bahasa Indonesia di University of Sofia. Saya juga mengapresiasi pendirian Indonesian Permanent Heritage Collection di Galeri Nasional Bulgaria sejak 2019," imbuhnya.

Lebih jauh, sektor pariwisata hingga ketenagakerjaan diyakini masih menyimpan potensi besar untuk digarap bersama.

"Karena itu, promosi pariwisata dan peningkatan konektivitas udara perlu menjadi bagian dari agenda bersama untuk lebih membuka ruang perjumpaan langsung antara masyarakat Indonesia dan Bulgaria," terangnya.

Pertemuan diplomatik ini dinilai menjadi cerminan kuat komitmen Indonesia dan Bulgaria. Membawa semangat 70 tahun hubungan bilateral, Puan optimistis kemitraan kedua negara bakal terjalin semakin harmonis.

"Seindah dan seharum Bulgarian Rose yang dibawa oleh Bung Karno dari Bulgaria, seindah itu juga persahabatan yang terjalin antara Indonesia dan Bulgaria. Sekali lagi saya ingin mengucapkan terima kasih atas kunjungan Yang Mulia ke Indonesia," pungkas Puan.



(akn/ega)


Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini