"Seolah-olah jabatan dubes hanya menjadi pelipur lara mantan menteri SBY," ujar pengamat politik internasional LIPI Dewi Fortuna Anwar dalam paparan akhir tahun CIDES, menelaah kebijakan ekonomi politik SB-JK di Hotel Arya Duta, Jl Prapatan, Jakarta, Rabu (12/12/2007).
Padahal, menuru Dewi, jabatan seorang dubes sangat strategis, karena dia sebagai perwakilan diplomat Indonesia di luar negeri. Jika memilihnya serampangan, Dewi khawatir diplomasi Indonesia di mata internasional menjadi lemah.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Namun Dewikhawatir, dengan banyak diambilnya dubes dari para mantan menteri, dapa menyinggung para pejabat Delu yang telah meniti karir berpuluh-puluh tahun di Deplu. "Kesempatan mereka (pegawa Deplu) bisa berkurang, padahal mereka berkarir di sana," ujar peneliti dari Habibie Center ini.
Dewi berharap, pemerintah dalam menunjuk dubes agar selektif dan hat-hati, karena ini menyangkut citra dan harga diri bangsa di mata internasional. "Jangan asal sebagai pelipur lara para mantan menteri saja,: tandasnya. (anw/ana)











































