Hal tersebut disampaikan Naib (Wakil) Amirul Haj KH Abdullah Syukri Zarkasy kepada wartawan di Makkah, Rabu (12/12/2007)) siang WAS. Abdullah Syukri mengaku telah bertemu langsung dengan pimpinan muasasah untuk mengecek kesiapan di Armina.
"Ada 38 maktab yang penyediaan konsumsinya ditangani oleh katering yang kita tunjuk, 39 maktab lainnya ditangani oleh pisak muasasah. Kita bisa mengecek langsung katering kita, tapi kita kesulitan mengecek persiapan muasasah. Karena itu saya telah bertemu pihak muasasah untuk masalah tersebut," papar dia.
Menurut Abdullah Syukri, pihak muasasah menjamin kelancaran pelayanan konsumsi dan akomodasi lainnya selama di Armina. Bahkan kepada Abdullah Syukri, pimpinan muasasah memberi jaminan potong leher. Abdullah lalu menawarkan apakah muasasah berani menyatakan hal itu kepada Menag selaku amirul haj.
"Muasasah menyatakan bersedia. Ketika bertemu Pak Menag dia juga kembali mengulang pernyataannya bahwa dia menjaminkan potong leher untuk kelancaran pelayanan muasasah di Armina," lanjut Abdullah Syukri yang juga pengasuh Ponpes Modern Gontor, Ponorogo, tersebut. (mbr/asy)











































