Insiden Pesawat Jatuh Tewaskan Puluhan Orang gara-gara Es

Kilas Balik

Insiden Pesawat Jatuh Tewaskan Puluhan Orang gara-gara Es

Rakhmad Hidayatulloh Permana - detikNews
Minggu, 13 Sep 2026 13:49 WIB
Air Florida Flight 90
Kecelakaan Air Florida Flight 90 (Federal Aviation Administration via Wikimedia)
Jakarta -

Ada banyak kecelakaan pesawat yang dipicu oleh masalah yang tampak sepele. Salah satunya tentang potensi bahaya es yang tidak dibersihkan.

Di Amerika Serikat, pernah terjadi sebuah kecelakaan yang disebabkan oleh masalah es yang menempel pada sayap. Kecelakaan itu dikenal dengan tragedi Air Florida.

Berdasarkan laporan resmi NTSB (National Transportation Safety Board) pada 13 Januari 1982, pesawat Boeing 737-222 (registrasi N62AF) milik Air Florida terbang dari Bandara Nasional Washington DC (Washington National Airport) menuju Fort Lauderdale, Florida.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Sesaat setelah lepas landas di tengah badai salju lebat, pesawat gagal memperoleh daya tanjak yang cukup. Pesawat lalu menabrak Jembatan 14th Street dan hancur tenggelam ke dalam Sungai Potomac, bagian timur Amerika Serikat.

Pada hari itu, Washinton sedang dilanda badai salju. Sebelum berangkat, petugas melakukan pembersihan es dan salju pada pesawat.

ADVERTISEMENT

Namun campuran cairan pembersih yang disemprotkan tidak memenuhi konsentrasi standar (terlalu encer) sehingga kurang efektif mencegah es.

Awak pesawat menyalakan mesin dan mengaktifkan reverse thrust (dorongan balik) selama 30-90 detik untuk mencoba mundur. Awak tengah melakukan tindakan yang dilarang dalam panduan operasional karena berisiko meniupkan es dan salju basah ke area sayap dan sensor mesin.

Tak ada yang mengira bahwa es telah menyumbat sensor mesin sehingga indikator EPR (engine pressure ratio) di kokpit menunjukkan kondisi keliru tentang badan pesawat.

First Officer menyadari anomali ini dan menyampaikan keraguannya hingga 4 kali, namun Kapten mengabaikan peringatan tersebut dan tetap melanjutkan lepas landas. Es membuat sayap mengalami kendala.

Akibat berkurangnya gaya angkat dan bertambahnya gaya hambat akibat penumpukan es di sayap serta kurangnya daya dorong mesin, pesawat menjadi bermasalah.

Pesawat mengalami kehilangan kecepatan dan tidak mampu menanjak melebihi ketinggian 200-300 kaki.

Pesawat berakhir dengan menabrak Jembatan 14th Street, menabrak 7 kendaraan, lalu jatuh dan hancur di Sungai Potomac.

Peristiwa ini memakan 74 korban jiwa. Terdiri atas 70 penumpang (termasuk 3 bayi) dan 4 anggota kru pesawat. Sedangkan yang selamat ada 5 orang, yang terdiri dari 4 penumpang dan 1 pramugari.

Gara-gara Es yang Masih Menempel

Dalam proses investigasi, penyidik menemukan kelalaian awak pesawat untuk menyalakan sistem engine anti-ice selama operasi di darat dan saat lepas landas.

Selain itu, keputusan untuk tetap lepas landas meskipun permukaan sayap tertutup akumulasi salju dan es menjadi sangat fatal. Sikap abai sang Kapten pada informasi terkait anomali pada mesin juga ikut memicu terjadinya kecelakaan ini.

Lihat juga Video Pesawat Keluar Landasan Saat Mendarat hingga Terbakar, 5 Orang Tewas

Halaman 2 dari 2
(rdp/imk)


Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini