Kasus BLBI Tidak Transparan, Kejagung Didemo

Kasus BLBI Tidak Transparan, Kejagung Didemo

- detikNews
Rabu, 12 Des 2007 15:28 WIB
Jakarta - Kejagung dituding tidak transparan terhadap hasil pemeriksaan konglomerat Anthony Salim dalam kasus BLBI. Disinyalir ada suap yang diterima Kejagung.

Begitulah yang disampaikan seratusan demonstran di di Kejagung, Jl Sultan Hasanudin, Jakarta Selatan, Rabu (12/12/2007). Sementara para pejabat Kejagung sedang raker di Puncak.

Demonstran terdiri dari dua elemen. Massa pertama merupakan mahasiswa UIN Syarif Hidayatullah yang tiba pukul 14.30 WIB. Dilanjutkan massa dari Hidayatullah dan Aliansi Rakyat Menggugat Skandal (ARMS) BLBI yang tiba pukul 15.00 WIB.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Mereka bersama-sama menuntut Kejagung agar menindak tegas semua pengemplang BLBI. Kejagung harus menunjukkan integritasnya sebagai lembaga hukum yang bebas dari suap.

Koordinator lapangan perwakilan mahasiswa, Robert Jo mengatakan, sampai saat ini belum ada langkah-langkah signifikan dari kejaksaan untuk mengusut skandal BLBI.

"Memang Anthony Salim sudah diperiksa belakangan ini, tapi itu belum berarti apa-apa," teriaknya melalui pengeras suara.

Pintu gerbang utama Kejagung dijaga oleh 30 personel pasukan pengendalian massa dari Polda Metro Jaya, petugas Polsek Kebayoran Baru dan petugas keamanan Kejagung.

Dua petugas memegang senjata gas air mata. Hal ini untuk mencegah timbulnya kerusuhan dari massa ARMS yang minggu lalu melakukan aksi unjuk rasa dengan mendobrak pintu gerbang Kejagung.

Lalu lintas Jl Sultan Hasanudin dari arah Blok M-Sudirman tersendat akibat demo tersebut. Namun dari arah sebaliknya Sudirman-Blok M masih lancar. (ziz/sss)



Berita Terkait