"Saya sudah meminta Disnaker dan Pengawasan dan Penataan Bangunan (P2B) untuk melakukan pengecekan. Desainnya pasti ada yang nggak benar. Kalau dulu penanganan memang hanya dari aspek kesehatan kerja. Pasti ada mechanical engineering yang tidak benar," kata Fauzi.
Hal itu dikatakan dia saat menjawab pertanyaan wartawan di Balaikota, Jl Medan Merdeka Selatan, Jakarta Pusat, Rabu (12/12/2007).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Soal parkir yang ada di bawah tanah, itu sekaligus akan diperhatikan. Kalau ventilasi nggak ada, tapi tidak ada gas beracun yang bocor, itu tidak begitu fatal akibatnya," ujar Foke.
Seperti parkiran ITC Permata Hijau yang sudah dua kali hancur ditubruk mobil, Foke juga mengancam akan memberikan sanksi keras kepada Carrefour jika memang ada kesalahan yang sama. Ya, pahitnya akan disegel seperti parkiran ITC permata Hijau. "Yang nggak tobat-tobat mesti ada sanksi yang lebih keras," ancamnya.
Foke menegaskan tidak akan langsung mencabut izin penggunaan bangunan yang menaungi Carrefour Ratu Plaza sebelum dilakukan pengecekan. Dia memberi kesempatan pengelola gedung untuk memperbaikinya terlebih dulu.
"Ya diperbaiki dulu. Apalagi kalau bangunan-bangunan parkir. Bangunan parkir itu remnya untuk orang naik dan turun. Itu kan harus aman. Jadi kalau cuma dipasang batu, kalau ada impact dari mobil yang nyerempet sedikit, temboknya rubuh, mobil jatuh, itu kan tidak memberi jaminan keselamatan. Itu pasti tidak sesuai dengan izin bangunan yang kita keluarkan. Semua gedung parkir akan dicek," tegasnya.
(ana/sss)










































