"Apabila SBY-JK tetap berduet di Pemilu 2009 mendatang, maka potensi kemenangan mereka lebih besar," ujar E Sofiah, koordinator bagian politik Center for Information and Development Studies (Cides).
Hal itu disampaikan Sofiah dalam paparan akhir tahun Cides bertema menelaah kebijakan ekonomi politik SBY-JK tahun 2007 di Hotel Aryaduta, Jl Prapatan, Jakarta Pusat, Rabu (12/12/2007).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Oleh karena itu, imbuh Sofiah, persoalan kepemimpinan nasional merupakan masalah yang krusial.
"Hal ini terkait dengan dekatnya Pemilu 2009, untuk itu SBY-JK harus tetap bersungguh-sungguh mengutamakan kepentingan nasional dengan tetap bersatu dan konsentrasi pada tugasnya sampai masa akhir kepemimpinan," jelas Sofiah.
Terkait dengan syarat-syarat pemilihan presiden yang RUU-nya saat ini masih digodok di DPR, Cides mengusulkan agar persyaratan capres memiliki suara 15 persen dari jumlah kursi di DPR atau 20 persen dari perolehan suara yang sah.
"Hal ini untuk memantapkan dukungan parlemen atas presiden atau wapres terpilih," pungkas dia.
Sebelumnya berkembang opsi dari Partai Golkar yang mengisyaratkan SBY-JK akan lepas pada Pilpres 2009. Namun Partai Demokrat menginginkan duet SBY-JK hingga 2014. (nik/nrl)











































