Kereta Bandara Soekarno-Hatta (Basoetta) dioperasikan di lintas Jakarta Kota-Tanjung Priok. Pengguna kereta rel listrik (KRL) lintas Priok-Kota (Pink Line) merasa senang.
Penumpang KRL atau yang juga kerap disebut anak kereta (anker) Pink Line bahkan merasa seperti sedang bepergian menuju Bandara Soekarno-Hatta.
Perasaan ini muncul ketika mereka merasakan fasilitas dalam gerbong kereta yang benar-benar berbeda dibanding 'daleman' KRL. Kaget dan takjub menjadi impresi mereka saat menumpangi Kereta Basoetta.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Seorang anker, Alvi (22), mengaku baru sekali menaiki Kereta Bandara Soetta. Dia juga sempat heran lantaran Kereta Bandara Sotta beroperasi di lintas Priok-Kota.
"Terkait dengan kereta bandara ini sebenarnya cukup kaget ya, karena kan ini juga baru pertama kali kereta bandara ini kan harusnya di line bandara dari Manggarai, Duri, Bandara," kata Alvi, Kamis (10/9/2026).
Alvi juga menyadari Kereta Bandara Soetta tarifnya lebih mahal dibanding KRL. Untuk diketahui, kereta Basoetta bertarif Rp 10-70 ribu.
Sementara, tarif KRL dari Jakarta Kota ke Tanjung Priok atau sebaliknya hanya Rp 3.000. Banyak penumpang antusias atas beroperasinya kereta Basoetta melaju di KRL Pink Line.
"Cuman ini kok tiba-tiba ke Priok. Dan rasanya ini yang dari tiketnya kita lumayan cukup mahal, tiba-tiba kita juga bisa merasakan yang harganya cukup murah. Apalagi untuk kaya kita nih karyawan atau pelajar gitu. Jadi, cukup menarik juga sih untuk di lintas ini," ujarnya
Alvi dan penumpang lain merasakan fasilitas yang cukup nyaman di kereta bandara mulai dari AC yang lebih sejuk hingga posisi duduk yang berbeda dari kursi KRL. Saat siang, di mana traffic penumpang tidak sedang tinggi, fasilitas di kereta Basoetta menyamankan mereka.
"Lebih nyaman juga. Terus AC-nya juga adem banget sih daripada kereta biasanya gitu. Untuk yang dirasakan ini pastinya beda banget ya, Kak. Karena kan biasanya kita melihat kursi yang berderet ke samping, ini saling berhadapan gitu kan. Ada yang menuju ke depan, ada juga yang ke arah belakang gitu," katanya.
Fasilitas Kereta Bandara
Fasilitas kereta Basoetta yang nyaman juga dirasakan reporter detikcom yang melakukan perjalanan dari Jakarta Kota menuju Tanjung Ptiok. Perjalanan kereta Bandara Soetta ini terasa lebih halus (smooth) karena minim guncangan sehingga perjalanan terasa lebih nyaman.
Rangkaian Kereta Bandara Soekarno-Hatta (Basoetta) dioperasikan pada rute KRL Tanjung Priok-Jakarta Kota. Penumpang terkesan fasilitas kereta Bandara Basoetta. (M Syahid A/detikcom) |
Kereta Bandara Soetta dioperasikan sementara di rute Jakarta Kota-Tanjung Priok mulai Kamis (10/9). Pantauan detikcom, pengguna KRL tampak antusias dengan hadirnya kereta bandara yang dioperasikan untuk KRL lintas Kota-Tanjung Priok.
Para penumpang tampak nyaman duduk bersandar di kursi kereta bandara. Pada siang hari, terpantau ada sejumlah kursi yang kosong.
Posisi kursi pada kereta bandara ini mayoritas menghadap searah laju kereta, berbeda dengan kursi KRL yang posisi duduknya menghadap samping. Selain itu, Kereta Bandara juga dilengkapi toilet.
"Untuk naik kereta ini tuh lebih nyaman, lebih enak aja, lebih adem sih. Fasilitas kursinya juga lebih luas, terus dapat tempat pengecasan HP juga," kata penumpang bernama Abe (28).
Dalam kereta pun disediakan tempat penyimpanan atas seperti kereta KRL pada umumnya, hanya saja lebih rata dan minimalis. Di dalam kereta Bandara ini juga difasilitasi 2 penyimpanan kabin ekstra besar yang berada di sebelah pintu kereta pada setiap gerbongnya.
Efek Domino KRL Bogor
Kereta Basoetta dioperasikan menjadi commuter line Priok-Kota sejumlah rangkaian keretanya dipakai untuk menambah perjalanan KRL Bogor. Perjalanan KRL rute Bogor-Jakarta Kota pun bertambah 13 perjalanan per hari ini.
"Dengan pengoperasian rangkaian ini, jumlah perjalanan Commuter Line Bogor akan bertambah sebanyak 13 perjalanan," kata VP Corporate Secretary KAI Commuter, Karina Amanda.
Penumpang antusias saat Kereta Bandara Soekarno-Hatta (Basoetta) dioperasikan sementara pada rute KRL Tanjung Priok-Jakarta Kota (Pink Line). Penumpang terkesan fasilitas kereta Bandara Basoetta. (M Syahid A/detikcom) |
KCI terus melakukan evaluasi atas pola operasi perjalanan Commuter Line Bogor sejak penyesuaian perjalanan pada Senin (7/9). KCI menjelaskan, penambahan ini merupakan hasil evaluasi atas kepadatan pengguna yang terjadi imbas penyesuaian 17 perjalanan Commuter Line Bogor.
Di sisi lain, perjalanan Commuter Line Basoetta pun mengalami penyesuaian jadwal layanan sementara waktu karena rangkaian kereta Bandara 'dioper' ke Pink Line.
"Mulai Kamis 10 September 2026, jadwal layanan perjalanan Commuter Line Basoetta dari 70 perjalanan menjadi 52 perjalanan," ujar Karina.
Saksikan Live DetikPagi:
Simak juga Video 'Pria Nekat Loncat ke Rel saat KRL Masuk Stasiun Tanah Abang':












































