Dengan demikian, KA Rangkasbitung-Jakarta akan tetap menginap di Parung Panjang setelah sebelumnya berubah menginap di Stasiun Rangkasbitung, Banten.
"Kita hanya untuk antisipasi saja," ujar Kahumas Daops I Akhmad Sujadi kepada detikcom, Rabu (12/12/2007).
Menurut Sujadi, kebijakan itu berdasarkan rapat antara tim PT KA dengan calon penumpang KA di Parung Panjang yang menyandera kereta.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sujadi menegaskan, PT KA nantinya tetap akan menginapkan KA di Rangkasbitung yang akan menjadi pola baru. Namun sebelumnya pihaknya akan melakukan sosialisasi terlebih dulu kepada para pelanggan KA tersebut. Namun, Sujadi belum dapat membeberkan kapan kebijakan itu akan diterapkan kembali.
"Kita sekarang terapkan pola lama saja dulu. Kereta diinapkan di Parung," kata dia.
Terima Banyak SMS
Akibat kereta jurusan Rangkasbitung-Jakarta disandera di Parung Panjang, Sujadi mengaku menerima banyak SMS keluhan. Salah satu SMS itu berbunyi:
"Kami sangat sayangkan sekali perilaku penumpang Parung. Kenapa nggak sistem musyawarah saja. Akibatnya kami dan anak-anak sekolah yang sedang THB terganggu. Kami dari penumpang KA di stasiun Tigaraksa sangat menyesalkan dengan ulah penumpang Parung.
Kami dari pengguna KA dari stasiun Cilejet sampai Rangkas sangat tidak setuju dengan adanya demo. Apalagi sampai ada pembakaran segala. Itu perlu ada tindakan hukum. Nantinya kebiasaan sebentar-bentar demo. Dia demo hanya kepentingan orang-orang Parung saja. Tidak memperhatikan orang banyak. Menurut kami terlalu egois."
(nik/nrl)











































