Importir: Kondom Reject Itu untuk Ban, Bukan Karet Rambut

Importir: Kondom Reject Itu untuk Ban, Bukan Karet Rambut

- detikNews
Rabu, 12 Des 2007 11:06 WIB
Importir: Kondom Reject Itu untuk Ban, Bukan Karet Rambut
Jakarta - Kondom reject dari Jerman yang diimpor oleh PT Rubber and Rubber Tech (RRT) tidak akan digunakan untuk ikat rambut. Limbah kondom itu akan dipakai untuk industri ban.

"Kita cari unsur karetnya dari kondom itu untuk industri ban. Jadi bukan untuk tali rambut," ujar Komarudin dari  perusahaan ekspedisi muatan laut MKL/PPJK, petugas yang mengurus custom clearance kondom reject dari Jerman tersebut.

Komarudin memastikan kondom yang diimpor itu bukan kondom bekas pakai. "Kondom yang diimpor berbentuk gumpalan. Kalau bekas pakai kan bentuknya tidak seperti itu, bisa tercecer-cecer," ujarnya.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Menurutnya, pihak Bea dan Cukai juga telah melakukan uji fisik dua kali pada limbah kondom  itu.

Komarudin juga keberatan terhadap ancaman Bea dan Cukai bahwa limbah kondom itu akan direekspor. "Itu harus dipertanggungjawabkan, kan importir sudah beli mahal-mahal. Itu terlalu mengada-ada," ujarnya.

Impor limbah untuk juga menurutnya hal biasa. "Kan banyak impor limbah-limbah lain. Misalnya untuk plastik tas kresek," demikian Komarudin. (nrl/umi)


Berita Terkait