"Kita cari unsur karetnya dari kondom itu untuk industri ban. Jadi bukan untuk tali rambut," ujar Komarudin dari perusahaan ekspedisi muatan laut MKL/PPJK, petugas yang mengurus custom clearance kondom reject dari Jerman tersebut.
Komarudin memastikan kondom yang diimpor itu bukan kondom bekas pakai. "Kondom yang diimpor berbentuk gumpalan. Kalau bekas pakai kan bentuknya tidak seperti itu, bisa tercecer-cecer," ujarnya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Komarudin juga keberatan terhadap ancaman Bea dan Cukai bahwa limbah kondom itu akan direekspor. "Itu harus dipertanggungjawabkan, kan importir sudah beli mahal-mahal. Itu terlalu mengada-ada," ujarnya.
Impor limbah untuk juga menurutnya hal biasa. "Kan banyak impor limbah-limbah lain. Misalnya untuk plastik tas kresek," demikian Komarudin. (nrl/umi)











































