Gibran Minta Maaf Kalsel Belum Pulih dari Asap Karhutla

Gibran Minta Maaf Kalsel Belum Pulih dari Asap Karhutla

Khairun Nisa - detikNews
Kamis, 10 Sep 2026 15:58 WIB
Wapres Gibran di Banjarbaru, Kalimantan Selatan
Foto: Wapres Gibran di Banjarbaru, Kalimantan Selatan. (Khairun Nisa/detikKalimantan)
Jakarta -

Wakil Presiden Republik Indonesia Gibran Rakabuming Raka menyampaikan permohonan maaf atas kabut asap yang masih terjadi di Kalimantan Selatan (Kalsel) akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla). Dia meminta maaf sebab kondisi udara di sana belum pulih.

Permohonan maaf disampaikan Gibran saat tiba di Posko Karhutla Jalan Tegal Arum, Banjarbaru, Kamis (10/9) siang. Gibran berencana akan mengunjungi sejumlah wilayah, di antaranya lokasi kebakaran di Banjarbaru, Sekolah Rakyat Terintegrasi 9 yang sempat ada titik api di depannya, dan Rumah Sakit Idaman Banjarbaru.

"Saya ucapkan mohon maaf yang sebesar-besarnya untuk warga Kalimantan karena kondisi udara belum sepenuhnya pulih," ujar Gibran dalam sambutannya dilansir detikKalimantan.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Gibran mengatakan pemerintah akan memaksimalkan penanganan karhutla. Dia juga mengatakan akan mengupayakan yang terbaik untuk masyarakat Kalsel.

ADVERTISEMENT

"Tapi kami akan memaksimalkan kami akan mengupayakan yang terbaik sesuai arahan dari Bapak Presiden," tuturnya.

Gibran menegaskan penanganan karhutla di Kalimantan Selatan akan ditangani dengan tepat. Gibran ingin anak-anak bisa kembali bersekolah dan beraktivitas seperti biasanya tanpa khawatir dengan kabut asap.

Ia juga meminta agar Kepala Daerah bisa turun setiap waktu ke lapangan untuk memastikan penanganan Karhutla sudah sesuai sehingga titik hotspot bisa teratasi sepenuhnya.

"Untuk kepala daerah harus selalu hadir di lapangan pastikan titik titik baru hotspot benar-benar bisa teratasi sehingga nanti ke depan ini semuanya bisa terkendali," pungkasnya.

Baca selengkapnya di sini.

Simak juga Video 'Karhutla di Kalteng dan Ancaman Kesehatan Warga':

(dek/idh)


Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini