Kontainer Isi Kondom Bekas di Tj Priok Bikin Cemas

Kontainer Isi Kondom Bekas di Tj Priok Bikin Cemas

- detikNews
Rabu, 12 Des 2007 08:50 WIB
Jakarta - Berita mengejutkan datang dari Pelabuhan Tanjung Priok. Isinya, kontainer berisi kondom bekas dari Jerman ditahan Bea dan Cukai dan digolongkan sebagai limbah klinis yang berpotensi menimbulkan penyakit (patogen).

Berita yang dilansir harian Kompas edisi Rabu (12/12/2007) ini sungguh mengejutkan. Materi yang diimpor PT RRT yang berupa 'kondom bekas' membuat mata terbelalak. Bagaimana mungkin ada orang mengimpor kondom bekas? Lalu untuk apa?

Kecemasan muncul gara-gara ada berita dari Cina bahwa kondom bekas dijadikan tali pengikat rambut.

Pada 15 November lalu, kantor berita AFP mengutip China Daily menuturkan, kondom-kondom bekas pakai didaur ulang menjadi ikat rambut di Cina selatan. Barang itu laris manis di pasar lokal dan salon-salon kecantikan.

Padahal kondom-kondom bekas itu bisa menyebarkan penyakit seks menular. Ikat rambut dan bando karet banyak ditemukan di pasar-pasat dan salon kecantikan di kota Dongguan dan Guangzhou di Provinsi Guangdong.

"Ikat rambut dan bando karet yang murah dan warna-warni ini laku terjual, namun mengancam kesehatan warga setempat," demikian tulis China Daily. Sebab, meski telah didaur ulang, namun ikat rambut tersebut masih bisa mengandung bakteri dan virus.

"Orang-orang bisa terinfeksi AIDS atau penyakit lainnya jika mereka menaruh bando karet atau ikat rambut di mulut mereka saat mereka mengikat rambut," tulis media tersebut mengutip seorang ahli dermatologi setempat.

Ifa, warga Bintaro Jaya, Tangerang, begitu membaca berita itu langsung membuang seplastik tali rambutnya. Dia khawatir tali rambut warna-warni yang dibelinya saat berlibur di Thailand -- yang juga banyak dijual di Indonesia -- itu terbuat dari kondom bekas. "Saya buang saja, soalnya parno," ujar konsultan bisnis ini pada detikcom.
Kira-kira untuk keperluan apa ya kondom bekas diimpor jauh-jauh dari Jerman? Apakah juga akan dibuat ikat rambut? Hiii...takuuut... Namun pihak Bea dan Cukai akan mereekspor kontainer tersebut. (nrl/umi)


Berita Terkait