Jumlah armada KA bertenaga diesel ini pun sangat terbatas. Alhasil, KA jurusan ini tak pernah sepi dari penumpang. Penumpang berjubel hingga di atas atap.
Dari sekian banyak KA komuter yang melintasi Jakarta, KA inilah yang paling banyak menyiratkan cerita sendu. Aneka insiden sering menghampiri KA ini.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Biasanya, penumpang di Stasiun Parung Panjang bisa terangkut KA karena KA masih kosong. Tapi kok hari ini rute pengangkutan penumpang diubah, sehingga KA itu telah padat penumpang begitu tiba di Parung Panjang.
Penyanderaan itu bukan hal asing bagi KA Rangkasbitung. Pada 15 Maret lalu, KA ini juga disandera oleh ribuan calon penumpangnya.
Kala itu, KA 907 jurusan Rangkasbitung-Jakarta yang berangkat pukul 05.00 WIB mogok. Penumpang lantas digabung dengan KA 909 tujuan yang sama. Akibatnya, KA 909 yang penuh pun bertambah penuh, yang memicu kemarahan penumpang, sehingga mereka berdemo dengan menyandera KA 909 di Stasiun Parung Panjang.
Tak cuma disandera, KA tersebut juga sering celaka. Pada 12 Maret lalu, KA ini mengalami kelebihan muatan sehingga rodanya menyentuh body KA. Akibatnya KA terhenti di Stasiun Cileujit, dekat Rangkasbitung, dan perjalanan tidak bisa dilanjutkan.
Pada 3 Maret 2006, KA yang berusia 40 tahunan ini juga mengalami celaka di Stasiun Kebayoran Lama. Penyebabnya, penumpang memenuhi atap gerbong sehingga atap gerbong jebol. Sedikitnya 20 orang terluka akibat insiden ini.
Apakah Anda pernah menumpang KA ini? Ceritakan 'perjuangan' Anda lewat 'Beri Komentar' di bawah berita ini.
(nrl/gah)











































