Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) RI bersama Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisaintek) RI membuka Program Beasiswa Palestina BAZNAS 2026 di 33 mitra kampus. Program ini diperuntukkan bagi 200 mahasiswa asal Palestina untuk melanjutkan pendidikan jenjang magister (S2).
Program tersebut diluncurkan oleh Ketua BAZNAS RI Sodik Mujahid, Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi Republik Indonesia (Mendiktisaintek) Prof Brian Yuliarto, Pimpinan BAZNAS RI Bidang Pendistribusian, Pendayagunaan, dan Pemberdayaan, Idy Muzayyad di Gedung Kemdiktisaintek RI, Jakarta, hari ini.
Sodik mengatakan pendidikan menjadi salah satu cara penting untuk menyiapkan generasi Palestina yang nantinya dapat berkontribusi bagi masa depan negaranya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Beasiswa Palestina BAZNAS merupakan ikhtiar bersama untuk membantu generasi muda Palestina memperoleh kesempatan menempuh pendidikan tinggi. Kami percaya pendidikan adalah jalan menuju perdamaian. Karena itu, yang kami harapkan bukan sekadar lulusan, tetapi generasi yang memiliki ilmu dan karakter, sehingga nantinya dapat ikut membangun kembali masa depan bangsanya," kata Sodik dalam keterangannya, Rabu (9/9/2026).
Prof Brian mengatakan program ini merupakan hasil kerja sama Kemdiktisaintek dan BAZNAS untuk membuka kesempatan pendidikan tinggi bagi mahasiswa Palestina di Indonesia.
"Apresiasi tentu setinggi-tingginya kepada BAZNAS atas komitmen yang sangat luar biasa yang diberikan untuk mendukung pembangunan sumbar daya manusia Indonesia melalui pendidikan. Tentu ini adalah sesuatu yang sangat luar biasa, investasi terbaik sebuah bangsa adalah pada pendidikan," kata Prof Brian.
Sementara itu, Idy mengatakan Beasiswa Palestina BAZNAS merupakan skema baru bantuan BAZNAS untuk Palestina. Program ini dilatarbelakangi kondisi Palestina yang hingga kini masih sangat mengkhawatirkan, sehingga bantuan dalam bentuk pemulihan langsung belum dapat dilakukan secara optimal.
"Untuk itu, kami mengambil inisiatif untuk mengubah skema bantuan, yaitu memberikan beasiswa bagi mahasiswa asal Palestina yang telah lulus S1 untuk melanjutkan S2 di Indonesia," ujarnya.
Idy mengatakan BAZNAS telah mengalokasikan sekitar Rp22 miliar untuk 200 mahasiswa asal Palestina yang akan melanjutkan pendidikan S2 di Indonesia. Dalam pelaksanaannya, BAZNAS meminta pendampingan Kemdiktisaintek untuk mencari dan menjaring mahasiswa Palestina, termasuk melalui mitra-mitra perguruan tinggi di Indonesia.
Menurut Idy, sumber penerima beasiswa nantinya juga dapat berasal dari mahasiswa Palestina yang telah menyelesaikan pendidikan S1 di Indonesia. Salah satunya mahasiswa asal Palestina yang sebelumnya memperoleh beasiswa S1 dari Universitas Lampung (Unila), yang nantinya dapat melanjutkan pendidikan S2 melalui Beasiswa Palestina BAZNAS.
Selain biaya pendidikan, penerima beasiswa akan mendapat dukungan biaya hidup, biaya praktikum dan buku, serta pembinaan selama menjalani studi.
Program Beasiswa Palestina BAZNAS 2026 merupakan bagian dari komitmen BAZNAS dalam menyalurkan zakat untuk pendidikan sekaligus memperkuat kerja sama dengan perguruan tinggi dan pemerintah dalam membuka akses pendidikan bagi mereka yang membutuhkan.
Sebagai informasi, turut hadir dalam kesempatan tersebut Wakil Ketua Umum Dewan Pimpinan MUI Pusat K.H. Muhammad Cholil Nafis; Deputi II BAZNAS RI Bidang Pendistribusian, Pendayagunaan, dan Pemberdayaan, Imdadun Rahmat; serta para Pejabat Tinggi Madya dan Pratama di lingkungan Kemdiktisaintek.
(prf/ega)









































