Kakak Beradik Digulung Gelombang Palabuhanratu

Kakak Beradik Digulung Gelombang Palabuhanratu

- detikNews
Rabu, 12 Des 2007 01:21 WIB
Sukabumi - Gelombang laut Palabuharatu memang anker karena kerap memakan korban jiwa. Terakhir,  2 orang nelayan kakak beradik tewas ketika sedang mencari ikan.

Korban adalah Ujang Munijat (41) dan Amirullah (25) warga Marinjung Hilir RT 01/02 Desa Karangpapak, Cisolok, Sukabumi. Keduanya berangkat melaut pada hari Sabtu malam tanggal 8 Desember 2007.

Hingga tanggal 11 Desember, pihak keluarga tidak menerima kabar dari keduanya. Akhirnya, pencarian pun dilakukan.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Setelah menyisir sejak pukul 07.00 WIB, akhirnya sekitar 08.30 WIB ditemukanlah perahu tradisional congkreng yang membawa Ujang dan Amirullah di sekitar perairan pantai 4 km arah lepas pantai Cimaja. Perahu berwarna biru-merah itu masih utuh, hanya saja tidak ada siapa pun di sana, cuma lampu petromaks dan genangan air setinggi 5 cm di dalamnya.

Kakak korban, Abdul Kohar (55), menduga keduanya terhempas arus laut yang cukup besar. "Amirullah tidak bisa berenang. Sejak hari minggu gelombang di perairan Palabuhanratu ketinggian ombak mencapai 2,5 meter," katanya.

Pukul 11.00 WIB, jenazah Amirullah ditemukan dalam kondisi telungkup di 5 km lepas pantai Samudera Beach Hotel atau 11 km dari lokasi penemuan perahu. Kondisi jenazah sudah bengkak tapi masih bisa dikenali keluarganya lewat pakaian dan wajahnya.

Jenazah Amirullah lalu dibawa ke RS Palabuhanratu untuk diotopsi. Sedangkan pencarian Ujang terpaksa dihentikan karena kondisi cuaca tidak memungkinkan.

"Pencarian tidak dapat dilanjutkan karena kondisi gelombang dan angin kencang. Tapi kalau melihat kondisi korban yang sudah hilang selama 2 hari kemungkinan besok akan muncul ke permukaan air. Dan rencananya besok petugas akan ditambah untuk pencarian korban yang hilang," jelas Ketua Forum SAR Pantai Palabuhanratu Oki Fajri. (gah/gah)


Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads