Sesaat setelah kereta berhenti, anggota paskhas yang semuanya menenteng senjata serbu MP-5 itu mulai beraksi. Bom asap dilemparkan ke bawah kereta agar pandangan teroris terhalang. Pada saat asap mulai tebal, mereka pun melemparkan bom yang bunyinya petasan ke dalam melewati jendela gerbong.
Tarr!! Tarr!! Suaranya cukup keras untuk membingungkan teroris yang berada di dalam. Brak !! Kali ini giliran pintu gerbong yang didobrak paksa untuk mulai melumpuhkan para teroris.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Plok, plok, plok... Suara tepuk tangan bergemuruh seiring berakhirnya simulasi simulasi penyelamatan sandera yang dilakukan oleh siswa pendidikan spesialisasi Detasemen Bravo Paskhas TNI AU.
Kepala Operasional Diktat Pasukan Bravo Pakhas TNI Kapten TSK Ronie menjelaskan simulasi ini adalah persiapan menjelang ujian kelulusan yang sebenarnya. Pada simulasi ini, siswa dihadapkan pada situasi yang semirip mungkin dengan kondisi sesungguhnya.
"Ini tuh diadakan untuk siswa untuk menjadi pasukan antiteroris Bravo. Alat-alat yang digunakan pun nyata. Mereka tidak mengetahui kondisi yang sebenarnya," jelas Ronie di Stasiun Bandung, Jl Stasiun, Bandung, Selasa (11/12/2007).
Aksi tidak banyak perhatian pengguna KA. Sebab simulasi digelar pada pukul 20.30 WIB dan baru berakhir 21.00 WIB.
(gah/gah)











































