Dalam email yang dikirimkan oleh Kantor Anwar Ibrahim kepada detikcom, Selasa (11/12/2007), Anwar mengaku telah ditahan pada Selasa pagi oleh pegawai Imigrasi Bandara Kuala Lumpur. Petugas itu menyatakan bahwa nama Anwar masuk dalam daftar tersangka.
"Namun, tidak ada penjelasan lebih lanjut dari petugas Imigrasi. Setelah itu, paspor saya dikembalikan dan saya meninggalkan lapangan terbang," kata Anwar Ibrahim.
Menurut Anwar, dengan menggunakan alasan keamanan publik, dalam tiga hari terakhir, pemerintah Malaysia telah meningkatkan tekanan terhadap rakyat Malaysia dan menahan pimpinan oposisi dan LSM. "Tindakan berlebihan ini pertanda jelas bahwa kepemimpinan PM Abdullah Badawi sampai puncaknya," kata Anwar yang memang sebagai tokoh oposisi di Malaysia ini.
Di Malaysia, lanjut Anwar, tindakan korupsi terus meluas di kalangan pemimpin UMNO dan Barisan Nasional (BN). Keyakinan publik terhadap sistem kehakiman telah punah. Tindakan kriminal telah meningkat. Ekonomi semakin lesu dan media massa yang dibekingi UMNO dan BN masih dikuasai kerajaan.
"Rakyat Malaysia telah turun ke jalan untuk serta dalam aksi damai untuk mendesak perubahan sistem Pemilu. Dalam insiden terbaru, pejuang hak asasi telah ditangkap karena ingin membiarkan kain rentang Hak Asasi Manusia terus berkibar di Dataran Merdeka. Kerajaan telah bertindak balas dengan menggunakan ancaman ISA untuk menakut-nakuti pimpinan masyarakat," tutur Anwar. (asy/asy)











































