Kata-kata "for sale" yang ditulis dalam iklan kedua pulau itu di internet hanyalah sebuah strategi marketing.
Kata-kata itu, diyakininya memiliki arti luas, bukan hanya dalam artian dijual.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Kalau tidak dengan cara itu, Ni Made Nitri tidak yakin investor bisa mudah tertarik. "Itu untuk kepentingan investasi, masak saya jual negara saya sendiri," ujarnya.
Ni Made Nitri mengaku baru pertama kali berkecimpung di dunia investasi pulau. Itu pun niat awalnya untuk membantu temannya yang pengusaha.
"Teman saya bercerita memiliki tanah di sana. Karena kita cocok dan memiliki visi misi yang sama untuk mengembangkan kawasan baru, saya tertarik membantu mencarikan investor. Rencana kita, kalau ada yang berminat menanamkan investasi akan diajak ke lokasi itu," bebernya.
Selama 'menjajakan' kedua pulau itu, dia mengaku sudah banyak investor yang menyatakan tertarik menanamkan modalnya di pulau tersebut.
Diungkapkannya, ada dua investor yang berniat membeli pulau itu, tapi ditolak karena ada larangan penjualan pulau yang diatur dalam UU.
Selain itu ada dua investor lain dari Singapura dan China yang juga ditolak karena berencana membangun kasino di dua kawasan itu. (umi/sss)











































