Cerita Sabar-sabar Menunggu di Soetta yang Akhirnya Dibuka

Cerita Sabar-sabar Menunggu di Soetta yang Akhirnya Dibuka

Tim detikcom - detikNews
Rabu, 09 Sep 2026 06:16 WIB
Bandara Internasional Soekarno-Hatta kembali beroperasi setelah sempat ditutup selama dua hari akibat terdampak sebaran abu vulkanik Gunung Anak Krakatau. Aktivitas penerbangan kembali berlangsung pada Selasa (8/9/2026).
Bandara Internasional Soekarno-Hatta kembali beroperasi setelah sempat ditutup selama dua hari akibat terdampak sebaran abu vulkanik Gunung Anak Krakatau. Aktivitas penerbangan kembali berlangsung pada Selasa (8/9/2026). (Gilang Faturahman/detikFoto)
Tangerang -

Sejumlah calon penumpang harus sabar menunggu berhari-hari saat Bandara Internasional Soekarno-Hatta (Soetta) ditutup imbas sebaran abu vulkanik erupsi Gunung Anak Krakatau. Kesabaran calon penumpang akhirnya berbuah hasil saat Bandara Soetta resmi beroperasi kembali, pada Selasa (8/9).

Sebelumnya, Bandara Soetta ditutup sementara sejak Minggu (6/9). Akibatnya, sejumlah penerbangan, baik domestik maupun internasional, dibatalkan atau ditunda.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Dalam masa penantian ini, berbagai kisah dialami calon penumpang yang harus menunggu hingga Bandara Soetta beroperasi kembali. Salah satunya cerita Mulyani, calon tenaga kerja wanita (TKW) asal Indonesia.

Ia mengaku perjalanannya tertunda dua hari. Dia menyebutkan perjalanannya tertunda gara-gara Bandara Soetta ditutup.

ADVERTISEMENT

"(Perjalanan tertunda) dua hari, dari tanggal 6 sampai tanggal 7," kata Mulyani saat ditemui di Terminal 3, Bandara Soetta, Selasa (8/9).

Mulyani mengaku bersyukur akhirnya bisa berangkat ke Taiwan untuk bekerja. Sebelumnya dia sempat cemas karena perjalanannya tertunda dua hari.

"(Perasaannya) seneng banget sih, ini kan yang ditunggu-tunggu kita calon-calon TKW ya, sama TKL," ujarnya.

Bandara Internasional Soekarno-Hatta kembali beroperasi setelah sempat ditutup selama dua hari akibat terdampak sebaran abu vulkanik Gunung Anak Krakatau. Aktivitas penerbangan kembali berlangsung pada Selasa (8/9/2026).Bandara Internasional Soekarno-Hatta kembali beroperasi setelah sempat ditutup selama dua hari akibat terdampak sebaran abu vulkanik Gunung Anak Krakatau. Aktivitas penerbangan kembali berlangsung pada Selasa (8/9/2026). (Gilang Faturahman/detikFoto)

Sementara itu, Mark, warga negara Hong Kong, mengatakan keberangkatannya sempat dibatalkan imbas penutupan Bandara Soetta. Namun dia akhirnya mendapat jadwal penerbangan hari ini.

"Jadi kami berencana terbang pada hari Minggu, tapi sekarang kami harus tinggal sampai hari Selasa," ucap Mark.

Dia mengaku lega akhirnya bisa kembali ke Hong Kong. Sebelumnya, Mark hanya bisa pasrah menunggu penerbangan kembali dibuka lantaran bencana alam adalah peristiwa alamiah.

"Ya, sangat, sangat lega bisa terbang hari ini. Ini bukan... ini bukan salah siapa-siapa. Ini hanya kejadian alam, jadi ya, kami hanya menunggu sampai kami bisa mendapatkan penerbangan dan tidak ada hal lain yang bisa kami lakukan," imbuhnya.

Mark, warga negara Hong KongMark, warga negara Hong Kong. (Taufiq/detikcom)

Selanjutnya, ada pula kisah Mariyati (50). Perempuan asal Lampung itu sedang transit di Bandara Soetta untuk melanjutkan perjalanan ke Kalimantan. Dia, yang datang bersama anak dan cucunya, terpaksa tidur di bandara sejak beberapa hari lalu.

"Di sini sudah mau empat hari, dari Sabtu malam saya berangkat, sampai sini (Bandara Soetta) jam 02.00 WIB subuh," ujar Mariyati saat ditemui di Terminal 1B Bandara Soekarno-Hatta.

Mariyati menceritakan, perjalanannya dari Lampung ke Kalimantan berujung membuatnya terjebak hampir empat hari. Saat transit, ia mendapat kabar bahwa penerbangannya dibatalkan karena sebaran abu vulkanik sampai ke wilayah Banten.

"Nunggu di bandara ini saja. Ya duduk-duduk, sampai bosan, sampai kesal rasanya hati saya," ujarnya.

Mariyati memilih tidur di bandara alih-alih mencari penginapan. Selain karena belum familiar dengan area sekitar, ia mengantisipasi pengeluarannya membengkak.

"Nggak tahu, saya baru kali ini ke sini jadi nggak tahu mau menginap di mana. Di sini saja di bandara paling mudah," ucapnya.

Setiap hari Mariyati selalu memastikan waktu keberangkatan pesawatnya. Ia merasa cemas apabila kondisi penutupan tersebut berlangsung lama.

"Aduh, rasanya deg-degan. Kapan bisanya? Bisa enggak berangkatnya, kata saya. Nanti dibatalkan lagi kata saya, sudah capek," katanya.

Tak hanya itu, Mariyati juga mengaku kesulitan perihal konsumsi. Ia harus mencari makanan ke luar area bandara agar mendapatkan harga yang lebih terjangkau.

"Pertamanya ya saya enggak makan, diam saja di sini, kalau di sini mahal. Ya enggak ada nasi seperti yang biasa. Makanannya cuma bakso, es saja, roti. Mahal-mahal lagi ya," ucapnya.

Akhirnya, anak Mariyati mendapat bantuan dari aparat kepolisian di bandara. Kepolisian setempat menawarkan bantuan untuk mengantar anaknya membeli makanan di luar area bandara.

"Anak saya kan cari-cari nasi, kecapekan, enggak ketemu. Jadi duduk-duduk dia merokok. Terus ditanya sama polisi, 'Sudah makan belum? Kenapa belum makan? Sudah ikut saya saja, saya antar,' kata polisinya," ungkap Mariyati.

Mariyati nginap 3 hari di Bandara Soetta imbas penutupan (Taufiq Syarifudin/detikcom)Mariyati menginap 3 hari di Bandara Soetta imbas penutupan. (Taufiq Syarifudin/detikcom)

Setelah menunggu hampir empat hari, Mariyati akhirnya mendapat kepastian penerbangan seiring kembali beroperasinya Bandara Soekarno-Hatta hari ini.

"Jam 13.00 WIB ini, alhamdulillah sudah pasti bisa. Mudah-mudahanlah, jadi berangkat hari ini. Enggak ada abu vulkanik lagi, jangan, alhamdulillah," imbuhnya.

Halaman 2 dari 4
(isa/rfs)


Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini