Pemkab Tapanuli Selatan Kebut Pemulihan Warga Terdampak Bencana

Pemkab Tapanuli Selatan Kebut Pemulihan Warga Terdampak Bencana

Dea Duta Aulia - detikNews
Selasa, 08 Sep 2026 20:16 WIB
Pemkab Tapanuli Selatan
Foto: dok. Pemkab Tapanuli Selatan
Jakarta -

Proses pemulihan pascabencana hidrometeorologi di Tapanuli Selatan, Sumatera Utara, terus dikebut. Hal itu bertujuan untuk mendorong pemulihan ekonomi bagi warga terdampak bencana.

Perhatian pemerintah diarahkan pada sektor pertanian dan perikanan yang menjadi bagian penting dalam pemulihan ekonomi warga terdampak bencana. Salah satu fokusnya adalah pengembangan kopi Arabika melalui program hilirisasi kopi yang tahun ini mendapat alokasi sekitar 600 hektare untuk Tapsel, termasuk kawasan Sipirok dan Arse yang dinilai memiliki potensi besar.

Hal tersebut diungkapkan oleh Bupati Tapanuli Selatan, Gus Irawan Pasaribu meninjau langsung potensi pertanian dan infrastruktur, menyerahkan bantuan bibit kopi dan ikan, sekaligus menyerap aspirasi warga di Kecamatan Sipirok, Arse, dan Saipar Dolok Hole, beberapa waktu lalu.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Kita ingin melihat langsung, bukan hanya berdasarkan laporan. Apalagi kemampuan APBD kita terbatas, sehingga harus menentukan skala prioritas," ujar Irawan dalam keterangan tertulis, Selasa (8/9/2026).

Di Kecamatan Arse, bantuan bibit kopi diserahkan kepada 22 warga Desa Pinagar untuk areal seluas 15 hektare. Luasan yang sama diterima 14 petani Desa Aek Haminjon, sementara masyarakat Desa Nanggarjati mendapat bantuan untuk areal seluas 20 hektare.

ADVERTISEMENT

Gus Irawan juga mendorong pola tanam terintegrasi antara kopi dan jagung untuk memperkuat ketahanan ekonomi petani. Ketika tanaman kopi belum berproduksi, tanaman sela berupa jagung diharapkan dapat menjadi sumber pendapatan tambahan.

Dia memproyeksikan kawasan Sipirok, Arse, dan sekitarnya menjadi sentra kopi dan jagung. Menurutnya, pengembangan kopi tidak cukup berhenti pada peningkatan produksi untuk menjaga pasokan, tetapi harus diarahkan pada peningkatan kualitas, nilai tambah, dan pemasaran.

Diharapkan keberhasilan usaha kopi dapat membawa perubahan besar bagi kehidupan masyarakat, termasuk kemampuan orang tua membiayai pendidikan anak-anak hingga perguruan tinggi.

"Di samping fokus pada pengembangan komoditas perkebunan, perhatian pemerintah menyasar sektor perikanan. Di Desa Dalihan Natolu, Kecamatan Arse, Pemkab Tapsel menyerahkan sekaligus melakukan restocking 2.500 ekor benih ikan yang terdiri atas ikan jurung, tawes, dan mas," jelasnya.

Langkah tersebut dilakukan setelah bencana banjir dan longsor menyebabkan material tanah dan pasir masuk ke aliran sungai hingga mengakibatkan banyak ikan mati. Penebaran kembali benih diharapkan dapat menghidupkan fungsi sungai sebagai kawasan lubuk larangan sekaligus sumber ekonomi masyarakat.

"Ini mudah-mudahan menghidupkan kembali lubuk larangan sekaligus menyemangati masyarakat untuk menjaga sungai dan lingkungan," katanya.

Gus Irawan menegaskan langkahnya turun langsung ke masyarakat adalah untuk memahami kondisi dan persoalan masyarakat agar kebijakan yang diambil lebih tepat sasaran. Dia optimistis sektor pertanian, perkebunan, perikanan dan pemberdayaan masyarakat dapat menjadi kekuatan baru bagi pemulihan dan pertumbuhan ekonomi Tapsel.

"Kalau program ini berhasil, kepercayaan pemerintah pusat kepada Tapanuli Selatan juga akan semakin kuat. Ketika kita dipercaya, peluang untuk mendapatkan program pengembangan berikutnya akan semakin besar," tutupnya.

Tonton juga video "Studi: 7% Orangutan Tapanuli Mati Akibat Banjir-Longsor Sumatera"

(prf/ega)


Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini