×
Ad

Ujung Isu Kantor di Jaksel Bikin Loker Palsu

Taufiq Syarifudin, Jabbar Ramdhani - detikNews
Selasa, 08 Sep 2026 20:06 WIB
Ilustrasi lowongan kerja. (Luthfy Syahban/detikcom)
Jakarta -

Warganet ramai menduga kantor di Pasar Minggu, Jakarta Selatan (Jaksel), membuat lowongan kerja (loker) palsu. Kantor itu dicurigai menipu karena meminta uang kepada pelamar.

Isu ini mencuat setelah viral di media sosial (medsos) saat ada pihak yang menggerebek kantor tersebut. Pada momen itu, ada pelamar yang mengaku dimintai uang di dalam kantor yang berlokasi di kompleks ruko di Jalan Raya Pasar Minggu tersebut.

Polisi menyelidiki kasus itu dengan mendatangi tempat kejadian perkara (TKP) dan mengumpulkan bukti. Namun polisi belum menerima laporan dari korban terkait dugaan penipuan modus loker palsu itu.

"Kami sudah melakukan interogasi awal di awal. Di mana hal tersebut tidak ada namanya Polsek Pasar Minggu menerima laporan polisi, belum ada," kata Kapolsek Pasar Minggu, Kompol Theodorus Echeal Setiyawan, dalam keterangannya, Jumat (4/9).

Dia mengatakan keterangan dari pihak korban diperlukan untuk mendapatkan informasi soal dugaan penipuan modus lowongan kerja. Kasus ini mencuat setelah ada pihak yang mendatangi kantor yang diduga melakukan para pelamar kerja.

Dia mengatakan proses penyelidikan masih berjalan meski belum ada korban yang membuat laporan polisi (LP). Kasus penipuan modus loker palsu beberapa kali terjadi di antaranya di Tebet, Bekasi, hingga Duren Sawit Jakarta Timur (Jaktim).

"Dan juga kemarin kami sudah membawa empat orang calon korban, yang di mana karena belum ada LP, kami mau ambil keterangan awalnya dulu di Polsek Pasar Minggu," ucap dia.

Dalih Uang Komitmen

Polisi menyebut, kantor penyalur kerja itu meminta uang dengan alasan uang pangkal atau tanda komitmen. Kantor di Pasar Minggu itu bergerak dengan menyalurkan tenaga kerja.

"Untuk meminta uang di awal ini hanyalah untuk sebagai pendaftaran. Pendaftaran dalam arti sebuah jasa. Jasa yang di mana seperti yang diketahui sekiranya orang kalau misal contohnya mau mendaftar satpam, dia harus ada uang pangkal atau uang masuk ke perusahaan sebagai keseriusan," kata Kompol Theodorus di Mapolsek Pasming, Senin (7/9).




(jbr/zap)

Berita Terkait
Berita detikcom Lainnya
Berita Terpopuler

Video

Foto

detikNetwork