Diserbu Kendaraan Terdampak Abu Vulkanik, Usaha Cuci Mobil Raup Cuan

Diserbu Kendaraan Terdampak Abu Vulkanik, Usaha Cuci Mobil Raup Cuan

Devi Puspitasari - detikNews
Selasa, 08 Sep 2026 18:38 WIB
Sejumlah usaha cuci steam di Depok kebanjiran pelanggan usai erupsi Gunung Anak KrakatauScreenshot
Sejumlah usaha cuci steam di Depok kebanjiran pelanggan usai erupsi Gunung Anak Krakatau. (Devi Puspitasari/detikcom)
Depok -

Erupsi Gunung Anak Krakatau yang menyemburkan abu vulkanik membawa berkah tersendiri bagi tempat cuci steam. Banyak warga yang membawa mobil dan motornya ke tempat cuci steam untuk mencuci kendaraannya yang terdampak abu vulkanik.

Salah satunya dirasakan oleh Ar Rahman Car Wash. Kasir Ar Rahman Car Wash, Fani, mengatakan tempat usahanya itu kedatangan banyak pengunjung sejak turun abu vulkanik Gunung Anak Krakatau.

Fani mengatakan meningkatnya pengunjung ini dialami tiga hari ke belakang. Dalam 1 hari bisa melayani 100 unit mobil.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Naik sih naik ya. Naiknya ada 50 persenan. Kalau omzetnya lumayan, dia naik juga. Kalau kita, kondisi normal tuh kita bisa sehari tuh bisa 70 lebih. Kalau 3 hari ke belakangan itu bisa 100 ke atas," ujar Fani kepada wartawan di Depok, Selasa (8/9/2026)

Dia mengatakan rata-rata pemilik mobil banyak yang datang mengeluhkan kendaraannya kotor karena abu vulkanik. Dalam penanganannya, mobil yang terkena abu vulkanik perlu dibilas dengan air terlebih dulu untuk benar-benar menghilangkan abunya.

ADVERTISEMENT

"Kebanyakan bapak-bapak ya, biasanya di sini ngomongnya kayak gitu karena abu vulkanik. Mungkin pencuciannya bakal menyiram lebih banyak airnya ya. Karena takut customer-nya pada komplain kayak, 'Itu abu vulkanik, bukan abu biasa' gitu ya. Biasanya bapak-bapaknya pada bilang kayak gitu sih," imbuhnya.

Hal yang sama juga dirasakan oleh pemilik cuci steam Fausta Car Wash di Depok, Mul (40), mengaku kewalahan melayani banyaknya customer yang datang. Dia mengatakan ramai pengunjung tak putus-putus sejak pagi hingga memutuskan tutup sore hari.

"Yang jelas semenjak ada dampak abu vulkanik, ramai. Saya kan nyuci cuma berapa orang nih, terasa capeknya memang banyak. Ada perubahanlah," ujar Mul.

Sejumlah usaha cuci steam di Depok kebanjiran pelanggan usai erupsi Gunung Anak KrakatauScreenshotSejumlah usaha cuci steam di Depok kebanjiran pelanggan usai erupsi Gunung Anak Krakatau (Devi Puspitasari/detikcom)

"Tapi sekarang kayaknya maju, sore udah tutup. Karena kita nggak kuat. Nggak kuat secara tenaga, gitu. Karena nggak putus-putus. Dari jam 8-9 pagi," tambahnya.

Mul biasanya hanya melayani 4-5 kendaraan setiap harinya. Namun, sejak erupsi Gunung Anak Krakatau, ia bisa melayani hingga belasan kendaraan.

"Tadi masih sepi ya karena kita baru buka, paling 4-5. Tapi ini kadang-kadang 11 dan untuk kendaraannya, kita kan baru 2 minggu lalu baru buka. Tapi yang jelas setelah dampak abu vulkanik, jelas ada peningkatan. Orang nyuci itu ada peningkatan," jelasnya.

Mul mengatakan pengunjung kerap mengeluhkan hal yang sama saat membawa kendaraannya ke steam.

"Karena mereka datang candaannya ya candaannya, 'Ini gara-gara anak, Bang, gue nyuci-nyuci mobil' Anak gimana? 'Anak Krakatau' gitu. Nah, candaannya seperti itu rata-rata yang datang," jelasnya.

Dia mengatakan omzet menjadi naik sejak Minggu (6/9) saat Gunung Anak Krakatau erupsi. Selama 3 hari ia bisa meraup jutaan rupiah.

"Ya kalau dihitung ada dari cash dan QRIS itu Rp 1 jutaan, lebihlah dari segitu belum kita hitung," ucapnya.

Tonton juga video "BNPB Sebut Lampung hingga Jakarta Mulai Kondusif dari Abu Anak Krakatau"

(dvp/mea)


Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini