Perampok menyatroni rumah Edi di Perumahan Taman Cirende, Jalan Cirende Raya nomor 11, Ciputat, Tangerang, Selasa (11/12/2007) pukul 04.30 WIB.
Ketiganya kompak menutupi wajahnya dengan kain penutup kepala dan muka warna hitam, lalu mengendap-endap masuk dengan memanjat pagar belakang. Pintu pun dicokel.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Keributan ini rupanya didengar oleh rekan Primo, Sigit (32) dan Heri (30). Dua pria ini semula hendak menolong Primo. Namun nyali Sigit dan Heri ciut saat diancam perampok dengan golok. Keduanya disekap di sebuah kamar.
Edi yang tidur di lantai 3 ikut terbangun. Saat menuruni anak tangga, Edi disergap dan disekap perampok. Istri Edi, Titin pun menjadi korban penyekapan.
Puas 'melumpuhkan' seisi rumah, perampok menjarah barang berharga milik Edi. Perhiasan 20 gram, HP 3 unit, dan uang tunai 600 ribu pun dikantongi.
Perampok lalu kabur dengan menggunakan sepeda motor. Bruuum...!
Edi berhasil melepasan ikatan tali pada pukul 06.00 WIB. Pria berusia 50 tahun itu lalu melaporkan perampokan tersebut ke Polsek Ciputat.
Sementara Primo dilarikan ke IGD Fatmawati. "Perampok bertopeng langsung menyekap dan menodongkan golok ke leher. Saya nyerah saya, daripada mati lagian harta saya sudah dimasukkan di bank," kata Edi.
(aan/sss)











































