"Sangat penting untuk tidak melupakan (peranan perempuan). Perubahan iklim diprediksikan akan mengurangi kantong-kantong produksi makanan (di wilayah pertanian) terutama di negara-negara tropis. Dan di Indonesia 60 persen petani (36 juta) adalah perempuan" kata Ani saat menjadi keynote speech dalam diskusi Women and Climate Change di Nusa Dua, Bali, Selasa (11/12/2007).
Lebih jauh, Ani menekankan perubahan iklim membawa dampak berbeda kepada perempuan dan laki-laki.Β Sebab, dibeberapa tempat, telah dibedakah secara alamiah antara laki-laki dan perempuan oleh tradisi dan sistem sosial masing-masing.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Hanya saja, persoalan itu bukannya tanpa jalan keluar. Ada mekanisme kearifan lokal untuk perempuan menghindari dampak pemanasan global.
"Perempuan yang hidup dalam komunitas tradisional memiliki pengetahuan istimewa dalam mengatur makanan dan sumber hayati lewat konservasi. Kearifan lokal ini penting dan perlu dikembangkan untuk mitigasi dan dan adaptasi perubahan iklim," ucapnya dalam lilitan kebaya hijau.
(Ari/iy)










































