Buku untuk Sang Petani Silikon

Buku untuk Sang Petani Silikon

- detikNews
Selasa, 11 Des 2007 15:05 WIB
Jakarta - "Kami adalah petani silikon. Lahan kami adalah silikon. Garapan kami adalah silikon. Hasil kami adalah silikon." Begitulah sepenggal puisi Petani Silikon yang diciptakan Prof Dr Samaun Samadikun.

Sebuah buku diluncurkan untuk mengenang sosok almarhum yang telah wafat pada 15 November 2006. Buku itu berjudul "Profesor Samaun Samadikun Sang Petani Silikon Indonesia" yang diluncurkan LIPI di Gedung LIPI, Jl Gatot Subroto, Jakarta, Selasa (11/12/2007).

Tentu saja silikon yang dimaksud bukanlah yang biasa dikenal awam sebagai zat untuk memperbesar bagian tubuh seperti payudara maupun bokong, atau untuk kebutuhan bedah plastik lainnya.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Silikon yang dimaksud mantan Kepala LIPI periode 1986-1995 tersebut justru untuk bidang IT dan computer science.

"Dia merintis gagasan silicon valley di Indonesia, tepatnya di Bandung, Jawa Barat. Tapi gagasan itu sampai sekarang belum terwujud karena tidak ada dukungan," kata mantan wakil kepala LIPI Aprilani Sugiharto yang menjadi ketua tim penyusun buku.

Dituturkan dia, selama ini Indonesia hanya menjadi konsumen silikon. Samaun ingin agar Indonesia menjadi industri silikon. Namun perlu investor. Gagasan ini pernah didukung presiden saat itu, Soeharto, dan menristek saat itu, BJ Habibie pada tahun 1980-an.

"Namun Pak Harto lengser dan Pak Habibie pindah ke dunia politik. Gagasan itu menjadi kandas. Kalau terwujud, mungkin kita lebih maju dari India," kata Aprilani.

Microsoft

Sementara Kepala LIPI Prof Dr Umar Anggara Jenie mengatakan, Samaun merupakan scientist elektronika yang dimiliki Indonesia.

"Dia bercita-cita membangun semacam silicon valley di Bandung. Kalau di AS, silicon valley ini seperti microsoft. Di India ada bangelor valley," jelasnya.

Dalam bidang IT atau computer science, lanjut dia, diperlukan material untuk dikembangkan menjadi teknologi aplikasi yang berbasis pada silikon. Teknologi seperti radio dan televisi hampir seluruhnya menggunakan material silikon.

Umar menggambarkan Samaun sebagai ilmuwan pelopor dan ahli di bidang mikroelektronika. "Sosoknya menjadi panutan. Banyak yang menganggap beliau sebagai Bapak Elektronika Indonesia," katanya.

Buku setebal 253 halaman yang merupakan kumpulan lebih dari 40 tulisan sumbangan rekan kerja, sahabat, teman, bekas mahasiswa dan keluarga Samaun pun diluncurkan sebagai simbol mengenang Sang Petani Silikon itu. (sss/ana)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads