Pengusaha Taksi: Survei Dishub Semarang Cuma Akal-akalan Saja

Penolakan Blue Bird di Semarang

Pengusaha Taksi: Survei Dishub Semarang Cuma Akal-akalan Saja

- detikNews
Selasa, 11 Des 2007 14:46 WIB
Semarang - Pemkot Semarang mengklaim izin operasional Blue Bird keluar berdasarkan survei bahwa kota tersebut butuh armada baru. Namun bagi pengusaha taksi lain, itu cuma akal-akan Pemkot saja.

Wakil Ketua Asosiasi Pengusaha Taksi (APT) Semarang, Susilo Wibowo, menuding Dishub tidak pernah melakukan survei. Jika ada survei, tentu pengusaha atau sopir taksi tahu.

"Survei mana? Kalau ada, kami pasti tahu. Nyatanya sampai sekarang, kami tidak pernah menemukan ada petugas Dishub yang menyurvei kami," kata lelaki yang akrab dipanggil Bony ini di sela-sela unjuk rasa di Balaikota Semarang, Jalan Pemuda, Selasa (11/12/2007).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Pengusaha dan sopir taksi meminta survei dilakukan kelompok independen. Dengan begitu hasilnya bisa dipertanggungjawabkan ke publik.

"Kami siap disurvei. Silakan kalau ada petugas yang mau ikut jadi kasir di perusahaan. Biar mereka tahu, bagaimana sesungguhnya kondisi keuangan kami. Kami sudah cukup nelongso (sengsara), Mas," katanya mengharap.

Pengusaha dan sopir taksi meminta pemkot membatalkan izin Blue Bird agar kondisi perusahaan taksi tak kian memburuk. Jika perlu tambahan armada, pengusaha lokal siap melayani.

"Ini bukan soal Blue Bird atau apa. Taksi apa pun lah. Kalau cuma menambah armada, kami siap. Tidak usah mendatangkan armada jauh-jauh dari Jakarta," lanjutnya.

Hingga pukul 11.30 WIB, aksi sopir taksi terus berlanjut. Sekitar seribu sopir memarkir taksinya di depan balaikota, Jalan Pemuda, halaman balaikota, dan trotoar. Lalulintas di jalan protokol tersebut itu pun sangat terganggu. (try/djo)


Berita Terkait