Sebanyak 11 desa di Kecamatan Ile Ape, Kabupaten Lembata, Nusa Tenggara Timur (NTT), terpapar hujan abu vulkanik Gunung Ile Lewotolok. Tanaman mulai terganggu dan warga mengalami gatal.
Hujan vulkanik terjadi pada Selasa (8/9/2026). Camat Ile Ape, Laurens Manu, memerinci desa-desa tersebut adalah Desa Napasabok, Desa Bunga Muda, Desa Lamawara, Desa Amakaka, Desa Tanjung Batu, Desa Waowala, Desa Beutaran, Desa Tagawiti, Desa Dulitukan, Desa Palilolon, dan Desa Kolipadan.
Laurens mengatakan intensitas erupsi Gunung Ile Lewotolok yang semakin tinggi dengan arah angin timur tenggara ke barat laut menyebabkan debu letusan sangat masif dan turun terus ke permukiman.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Tanaman sudah mulai terganggu, masyarakat mata sakit, badan gatal. Kami sudah komunikasi dengan BPBD Kabupaten Lembata memastikan stok masker ada di gudang untuk distribusi kan ke masyarakat," ujar Laurens dilansir detikBali.
Sementara itu, Kepala Desa Amakaka, Ambrosius Boyang, mengatakan debu vulkanik berwarna hitam mirip pasir terjun ke Desa Amakaka. "Hitam sekali. Pasir turun macam hujan," ujarnya singkat.
Petugas Pos Pengamatan Gunung Ile Lewotolok, Stanislaus Ara Kian, menjelaskan Gunung Ile Lewotolok kembali erupsi pada pukul 06.35 Wita pagi ini. Tinggi kolom abu teramati sejauh 800 meter di atas puncak.
"Erupsi ini terekam di seismogram dengan amplitudo maksimum 40 milimeter (mm) dan durasi kurang lebih 3 menit," kata Stanislaus dalam keterangan resmi, Selasa (8/9).
Baca berita selengkapnya di sini.
Simak juga Video 'Penerbangan Rute Ibu Kota Mulai Kembali Normal Usai Abu Vulkanik Menjauh':










































