Berdasar pemantauan detikcom, Selasa (12/12/2007), tikus besar dan kecil berseliweran di pojok-pojok dan sela rumah warga. Rupanya biang penyakit pes dan leptospirosis ini ikut mengungsi karena sarangnya terendam banjir.
Sementara di ujung-ujung selokan dan kanal, terlihat penuh sampah. Saking banyaknya, sampah terseret arus banjir yang tertahan di kanal mampu menahan beban anak-anak yang bermain di atasnya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Lumanyan, bisa buat peyek," ujar Akmal (8) sambil nyengir memamerkan kaleng berisi hasil buruannya.
Orangtua mereka bukannya tidak sadar dengan bahaya yang mengancam kesehatan, bahkan nyawa putra-putrinya. Tapi rupanya mereka kehabisan akal bagaimana melarang anak-anak bermain banjir.
"Sudah banyak yang mulai mencret-mencret. Tapi bagaimana kita mau ngelarang, lha di depan rumah sudah penuh air. Ya biarlah anak-anak senang dulu," ujar Kusmiyati yang saat ditemui detikcom tengah memantau anaknya bermain banjir.
(lh/umi)











































