"Ini adalah salah satu solusi. Pengurangan emisi adalah hal yang terpuji," kata Menteri Negara Lingkungan Hidup Rahmat Witoelar di atas kapal Greenpeace Rainbow Warrior, Pelabuhan Benoa, Denpasar, Selasa (11/12/2007).
Rahmat menambahkan dirinya sangat senang mendapatkan kabar bahwa hotel di Bali bekerjasama dengan Greenpeace untuk mengurangi penggunaan energi dan produksi emisi. "Selama ini ada kesan bahwa Greepeace tidak bisa memberikan solusi. Saya sangat senang mendengar kabar ini," katanya.
Hotel di Bali yang sepakat dalam kerjasama tersebut berjumlah 20 dari 80 anggota Asosiasi Hotel Bali. 20 hotel tersebut akan mendapat sertifikat Green Club dari PBB. Kesepakatan ini adalah yang pertama kali dilaksanakan di Indonesia.
Ketua Komite Lingkungan Asosiasi Hotel Bali Urs Klee mengatakan, hotel-hotel di Bali memiliki komitmen pelestarian lingkungan. "Hotel-hotel didorong untuk menggunakan teknologi ramah lingkungan serta hemat energi," katanya.
Eksekutif Direktur Greenpeace Asia Tenggara Emmy Nurul Almi Hafild menambahkan, pihaknya akan segera melakukan audit terhadap hotel di Bali untuk mengetahui tingkat emisi yang dihasilkan setiap hotel. Greenpeace juga meminta pihak hotel memberikan pelatihan kepada manajemen dan staff tentang penghematan energi.
Hal-hal kecil yang dilakukan hotel untuk mengurangi emisi adalah mengurangi penggunaan lampu, mengurangi penggunaan air panas serta AC.
"Langkah ini adalah untuk menjadikan Bali menjadi daerah tujuan wisata yang paling ramah lingkungan dari segi penghematan energi. Jika bisa terlaksana, langkah ini bisa dijadikan promosi untuk mengundang wisatawan yang peduli pemanasan global," demikian Hafild. (gds/iy)











































