Heli Water Bombing Diterjunkan Padamkan TPA Galuga Bogor Pagi Ini

Heli Water Bombing Diterjunkan Padamkan TPA Galuga Bogor Pagi Ini

Rizky Adha Mahendra - detikNews
Selasa, 08 Sep 2026 09:54 WIB
Heli water bombing diturunkan untuk memadamkan kebakaran TPA Galuga, Bogor, Selasa (8/9/2026).
Heli water bombing diturunkan untuk memadamkan kebakaran TPA Galuga, Bogor. (Dok. Istimewa)
Bogor -

TNI AU mengerahkan helikopter water bombing untuk memadamkan kebakaran di TPA Galuga, Bogor, Jawa Barat, pagi ini. Sebanyak 3 ton air disiapkan untuk memadamkan kebakaran.

"Ya tentu saja. Jika bisa dibayangkan sebesar 3 ton air langsung dicurahkan dari langit langsung ke titik sasaran, tentu saja sangat efektif," kata Danlanud Atang Senjaya Marsma TNI AF Picaulina, Selasa (8/9/2026).

Pihaknya mengerahkan beberapa sortie atau ember berisi air tersebut. Satu sortie yang digunakan berisi 2.950 liter untuk memadamkan api.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Jadi satu kali kita membuang sebanyak hampir 3 ton air yang kita buang ke lokasi. Seperti yang bisa dapat dilihat, api perlahan-lahan semakin mengecil," ucapnya.

Metode seperti itu menurutnya umum digunakan untuk memadamkan api. Terbukti telah dilakukan di beberapa titik kebakaran.

ADVERTISEMENT

"Karena hal yang sama pada hari ini kami laksanakan di beberapa titik di luar Pulau Jawa sendiri. Seperti Karhutla di Kalimantan, Karhutla di Sumatera, semuanya kita menggunakan sistem yang sama," jelasnya.

Kendala Pemadaman

Sebelumnya, Bupati Bogor Rudy Susmanto mengecek kebakaran di TPA Galuga, Kecamatan Cibungbulang. Dia mengatakan pemadaman terkendala akses ke lokasi titik api.

"Kendala yang luar biasa tantangannya adalah akses di mana di sini adalah tempat pembuangan akhir sampah luasnya puluhan hektare dan titik api bukan berada di tengah-tengah timbunan sampah yang aktif," kata Rudy.

"Tapi titik api berada di ujung paling belakang sehingga mobil pemadam kebakaran tidak bisa mengakses ke dalam," tambah dia.

Gina mengatasi hal tersebut, petugas pemadam kebakaran menyambungkan sejumlah selang. Namun, konsekuensinya, tekanan air makin menurun ketika mencapai titik api.

"Dari beberapa slang pemadam kebakaran yang ada kita sambung-sambung menjadi satu kurang lebih panjangnya sampai titik ini ada 400 hingga 500 meter. Tekanan air juga semakin turun," tuturnya.

Simak juga Video 'Kebakaran TPA Putri Cempo Seluas 6 Hektare':

(rdh/mea)


Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini