Pengusaha Taksi Nilai Survei Dishub Hanya Akal-akalan

Pengusaha Taksi Nilai Survei Dishub Hanya Akal-akalan

- detikNews
Selasa, 11 Des 2007 13:32 WIB
Semarang - Pengusaha dan sopir taksi menilai survei Dishub yang menyimpulkan perlunya penambahan armada taksi di Semarang hanya akal-akalan.

Wakil Ketua Asosiasi Pengusaha Taksi (APT) Semarang, Susilo Wibowo, menuding Dishub tidak pernah melakukan survei. Jika ada survei, tentu pengusaha atau sopir taksi tahu.

"Survei mana? Kalau ada, kami pasti tahu. Nyatanya sampai sekarang, kami tidak pernah menemukan ada petugas Dishub yang menyurvei kami," kata lelaki yang akrab dipanggil Bony ini di sela-sela unjuk rasa di balaikota, Jalan Pemuda, Selasa (11/12/2007).

Pengusaha dan sopir taksi meminta survei dilakukan kelompok independen. Dengan begitu hasilnya bisa dipertanggungjawabkan ke publik

"Kami siap disurvei. Silakan kalau ada petugas yang mau ikut jadi kasir di perusahaan. Biar mereka tahu, bagaimana sesungguhnya kondisi keuangan kami. Kami sudah cukup nelongso, Mas," kata dia mengharap.

Pengusaha dan sopir taksi meminta Pemkot membatalkan izin Blue Bird agar kondisi perusahaan taksi tak kian memburuk. Jika perlu tambahan armada, pengusaha lokal siap melayani.

"Ini bukan soal Blue Bird atau apa. Taksi apa pun lah. Kalau cuma menambah armada, kami siap. Tidak usah mendatangkan armada jauh-jauh dari Jakarta," lanjut dia.

Hingga pukul 11.30 WIB, aksi sopir taksi terus berlanjut. Sekitar seribu sopir memarkir taksinya di depan balaikota, Jalan Pemuda, halaman balaikota, dan trotoar. Lalu lintas di jalan protokol tersebut itu pun sangat terganggu. (try/asy)


Berita Terkait