Kereta Jadi Pilihan Buntut Banyak Penerbangan Dibatalkan

Kereta Jadi Pilihan Buntut Banyak Penerbangan Dibatalkan

Tim detikcom - detikNews
Selasa, 08 Sep 2026 07:48 WIB
Ilustrasi kereta api
Foto: Ilustrasi kereta api (dok. PT KAI)
Jakarta -

Sejumlah penerbangan dibatalkan akibat erupsi Gunung Anak Krakatau. PT Kereta Api Indonesia menambah perjalanan kereta api serta kapasitas angkutan penumpang sebagai alternatif.

Seperti diketahui, Minggu (6/9) malam, Gunung Anak Krakatau erupsi lagi. Erupsi tercatat pukul 20.23 WIB.

Kepala Badan Geologi Kementerian ESDM, Lana Saria, mengatakan abu vulkanik erupsi Gunung Anak Krakatau menyebar ke lima provinsi. Lima provinsi tersebut adalah Banten, sebagian Jawa Barat, DKI Jakarta, Lampung, dan Bengkulu.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

ADVERTISEMENT

"Dan berdasarkan gabungan informasi erupsi dan VONA (Volcano Observatory Notice for Aviation) dari PVMBG melalui Magma Indonesia, informasi VAAC (Volcanic Ash Advisory Centre) Darwin serta analisa citra satelit Himawari-9 oleh BMKG, bahwa abu vulkanik Gunung Anak Krakatau terpantau menyebar di atmosfer ke arah Banten, sebagian Jawa Barat, dan juga DKI Jakarta, serta Lampung dan Bengkulu," ujar Lana dalam konferensi pers secara daring, Minggu (6/9/2026).

4 Bandara Ditutup

Erupsi pun berdampak hingga operasional penerbangan. Empat bandara masih harus menutup sementara operasionalnya pascaerupsi gunung tersebut.

"Memperhatikan kondisi aktivitas erupsi Gunung Anak Krakatau, terdapat beberapa bandara yang mengalami penghentian operasional penerbangan," tulis akun InJourney Airports dikutip detikcom, Senin (7/9).

Penutupan dilakukan hingga pukul 08.59 pagi nanti. Para penumpang diimbau untuk melakukan pengecekan secara berkala status penerbangan masing-masing.

Berikut 4 bandara yang masih ditutup:

1. Bandara Soekarno-Hatta, Tangerang
Sampai dengan 7 September, 08.59 WIB
2. Bandara Halim Perdanakusuma, Jakarta
Sampai dengan 7 September, 08.59 WIB
3. Bandara Radin Inten II, Lampung
Sampai dengan 7 September, 08.59 WIB
4. Bandara Husein Sastranegara, Bandung
Sampai dengan 7 September, 08.59 WIB

Penambahan Perjalanan Kereta

KAI pun menambah jumlah perjalanan kereta. Penyesuaian layanan ini dilakukan melalui pengoperasian tiga kereta api tambahan serta penambahan kapasitas pada sejumlah kereta api reguler. Langkah tersebut merupakan bagian dari kesiapan KAI dalam menyediakan layanan transportasi bagi masyarakat dengan tetap mengutamakan keselamatan, kenyamanan, dan kelancaran operasional perjalanan kereta api.

"KAI terus memastikan masyarakat memiliki akses transportasi kereta api yang aman dan nyaman melalui penyesuaian layanan perjalanan. Setiap pengaturan perjalanan dilakukan dengan memperhatikan kesiapan sarana, prasarana, serta aspek keselamatan," kata Vice President Corporate Communication KAI Anne Purba dalam keterangan kepada wartawan, Minggu (6/9).

Penyesuaian layanan ini merupakan bagian dari kesiapan KAI dalam mengantisipasi peningkatan kebutuhan angkutan penumpang akibat kondisi vulkanik Gunung Anak Krakatau. KAI terus berkoordinasi dan melakukan pemantauan terhadap perkembangan situasi untuk memastikan perjalanan kereta api tetap berjalan aman dan terkendali.

Dalam kondisi aktivitas vulkanik Gunung Anak Krakatau, KAI juga mengimbau pelanggan untuk tetap menjaga kesehatan selama perjalanan, termasuk menggunakan masker apabila diperlukan, terutama bagi pelanggan yang memiliki sensitivitas terhadap paparan abu vulkanik atau kualitas udara di sekitar wilayah terdampak.

"KAI mengajak pelanggan untuk datang lebih awal ke stasiun, memastikan jadwal perjalanan, serta mengikuti arahan petugas agar perjalanan berlangsung dengan aman dan nyaman," tutur Anne.

Berikut tiga perjalanan kereta api tambahan menuju Jakarta yang dioperasikan:

KA Tambahan relasi Yogyakarta-Gambir, berangkat dari Stasiun Yogyakarta pukul 18.20 WIB.
KA Tambahan relasi Malang-Gambir, berangkat dari Stasiun Malang pukul 20.15 WIB.
KA Tambahan relasi Semarang Tawang-Gambir, berangkat dari Stasiun Semarang Tawang pukul 20.15 WIB.

Selain menghadirkan perjalanan tambahan, KAI juga meningkatkan kapasitas pada dua kereta api reguler, yaitu:

KA Anggrek relasi Surabaya Pasar Turi-Gambir.
KA Gumarang relasi Surabaya Pasar Turi-Pasar Senen.

Cerita Penumpang Pesawat Terdampak

Salah satu penumpang pesawat terdampak penutupan Soetta, Nanik Nirmala, memilih pindah moda ke kereta api (KA). Nanik mengatakan dirinya akan ke Surabaya lalu melanjutkan penerbangan ke Sulawesi Tenggara (Sultra).

"Infonya awalnya tadi penerbangan akan delay 1-2 jam karena bandara baru dibuka jam 9 pagi kan. Tapi ternyata dibutuhkan tutup total. Makanya kami mengalihkan transportasi melalui kereta api," ujar Nanik di Stasiun Gambir, Jakarta Pusat, Senin (7/9).

Dia mengaku seharusnya terbang dari Bandara Soetta menuju Makassar lalu lanjut Kolaka hari ini. Namun, penghentian operasional penerbangan sementara di Soetta membuat Nanik harus mencari alternatif penerbangan lain.

"Jadi masih berusaha untuk cari transportasi ke arah Jogja atau Surabaya lagi diusahakan tiket untuk ke Sulawesi," ujarnya.

Nanik kini sedang mengurus pengembalian tiket. Dia juga berharap bisa mendapat tiket pesawat dari Surabaya menuju Sultra.

"Kita masih memastikan ada kesesuaian tiket kereta nyampainya dan pesawat berangkatnya," katanya.

Nanik mengaku tetap berupaya naik pesawat ke Kolaka. Menurutnya, naik kapal laut membutuhkan waktu perjalanan lebih lama.

"Kalau naik kapal kan terlalu lama," ucapnya.

Lihat juga Video: Penutupan Bandara Soetta Diperpanjang Hingga Tengah Malam Ini

Halaman 2 dari 4
(rdp/rdp)


Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini