"Saat Munir muntah dan berak, saya dokter yang kebetulan ada di pesawat itu dipanggil untuk memeriksa," ujar dr Tarmizi Hakim saat menjadi saksi kasus Munir dengan terdakwa mantan Dirut Garuda Indonesia Indra Setiawan.
Hal itu disampaikan dia di Pengadilan Negeri Jakarta Pusat, Jl Gadjah Mada, Selasa (11/12/2007).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Tarmizi lantas memberikan obat kepada Munir. "Saya lupa apa saja tapi ada obat maag seperti New Diatab, Mylanta, Promag. Itu obat umum yang saya bawa. Lalu saya beri injeksi dari Garuda," imbuh dia.
Tarmizi pun sempat menemani Munir ke toilet pesawat karena sering muntah dan berak. Tak lama setelah diberi obat, Munir tiduran.
"Tapi saya lalu dapat info Munir tidak lagi bergerak," lanjutnya.
Tarmizi mengatakan, saat awal menumpang pesawat menuju Amsterdam, dia sempat menyapa Munir. "Saya bilang wah nanti Indonesia kehilangan Anda kalau Anda di Amsterdam. Eh setelah 2,5 jam take off, dia muntah dan berak," kenangnya.
Kematian Munir karena racun arsenik diketahui Tarmizi melalui media masa.
(nvt/nrl)











































