Masker Laris Imbas Abu Anak Krakatau, Pramono Minta Pedagang Tak Getok Harga

Masker Laris Imbas Abu Anak Krakatau, Pramono Minta Pedagang Tak Getok Harga

Brigitta Belia Permata Sari - detikNews
Senin, 07 Sep 2026 17:43 WIB
Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung (Belia/detikcom)
Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung (Belia/detikcom)
Jakarta -

Masker menjadi barang yang banyak diburu warga di tengah kondisi abu vulkanik erupsi Gunung Anak Krakatau yang menyebar di berbagai wilayah Jakarta. Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung meminta pedagang tidak memainkan harga masker karena merupakan kebutuhan masyarakat.

Pramono mengatakan Pemprov DKI Jakarta mendapat informasi adanya kelangkaan masker hingga kenaikan harga di pasar. Dia meminta kondisi tersebut tidak dimanfaatkan untuk mengambil keuntungan berlebihan.

"Saya minta untuk tidak inilah, ini kan menjadi kebutuhan publik, kebutuhan bersama. Jangan dipermainkan," kata Pramono di Balai Kota Jakarta, Senin (7/9/2026).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Pramono memastikan Pemprov DKI Jakarta akan tetap membantu masyarakat dengan membagikan masker di sejumlah tempat umum.

ADVERTISEMENT

"Dan Pemerintah DKI Jakarta tetap akan melakukan pembagian masker di tempat-tempat umum untuk membantu masyarakat yang membutuhkan," ujarnya.

Menurut Pramono, pembagian masker tersebut dilakukan sebagai bagian dari langkah pemerintah daerah menangani dampak abu vulkanik yang masih dirasakan di sejumlah wilayah Jakarta. Selain pembagian masker, Pemprov DKI masih menjalankan operasi water mist.

Pramono meminta gedung-gedung yang memiliki fasilitas water mist turut mengoperasikannya.

"Water mist itu terus kita lakukan sampai dengan besok. Dan kami bahkan sudah meminta kepada gedung-gedung yang mempunyai fasilitas untuk water mist, kami minta untuk bisa dilakukan itu," jelasnya.

Simak Video 'Aktivitas Anak Krakatau Masih Tinggi, Potensi Erupsi Sewaktu-waktu':

(bel/ygs)


Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini