Waterway Tetap Berlanjut Meski Kendala Air Masih Diperdebatkan

Waterway Tetap Berlanjut Meski Kendala Air Masih Diperdebatkan

- detikNews
Selasa, 11 Des 2007 12:13 WIB
Cianjur - Proyek waterway yang diresmikan mantan Gubernur Jakarta Sutiyoso cenderung terbengkalai. Namun Pemprov DKI Jakarta tetap berniat melanjutkan proyek itu.

Padahal masalah ketersediaan air yang dianggap kendala terbesar proyek ini masih diperdebatkan.

Sesuai dengan pola transportasi makro (PTM) yang dikaji Pemprov DKI, waterway dianggap layak, sehingga akan dilanjutkan padaΒ  2008 nanti. Namun pelaksanaan proyek lanjutan itu masih menunggu kajian dan perencanaan fisik.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Ini sebuah rencana integrated antara Dishub yang menyediakan sarana transportasi dan yang menyangkut ketersediaan prasarana, yaitu PU," kata Kepala Dinas PU Pemprov DKI Jakarta Wisnu Subagya.

Wisnu menyampaikan hal itu di sela kunjungan Gubernur DKI Jakarta Fauzi Bowo ke Kantor Bupati Cianjur di Jalan H Siti Jenab, Cianjur, Jawa Barat, Selasa (11/12/2007).

Dari hasil kajian yang ada selama ini, kata dia, Pemprov menggunakan potensi itu sebagai pilihan. "Arahnya dalam TPM memang menggunakan waterway," ujar dia.

Diakui Wisnu, proyek yang ada saat ini dinilai kurang panjang. Padahal Jakarta punya potensi yang bisa dikembangkan sebagai alternatif transportasi air.

"Kan ada Kali Ciliwung, Kali Sunter, Kali Angke, Banjir Kanal Barat, Kali Cipinang dan Banjir Kanal Timur," katanya.

Dijelaskan Wisnu, meski menjadi kendala, ketersediaan air secara teknis masih bisa dilakukan walaupun butuh waktu panjang.

"Kalau yang dilakukan periode Sutiyoso itu membangun image dan ada pilot project membangun waterway dari pintu air Manggarai ke KH Mas Mansyur. Tapi di KH Mas Mansyur ada jembatan yang perlu ditinggikan, kalau sudah tinggi bisa sampai Manggarai," tuturnya.

Saat ini, imbuh Wisnu, yang menjadi perdebatan adalah ketersediaan air pada saat musim kemarau. "Kalau hanya mengharapkan dari debit pasang laut, kan hanya akan mencapai beberapa kilometer saja," tuturnya.

Namun secara teknis dengan dibangunnya bendungan-bendungan dan sebagainya, ketersediaan air diharapkan tidak menjadi kendala lagi.

"Tapi kita akan kesulitan menambah jaringan, karena melebarkan jalan itu sulit, harus elevated. Tapi elevated itu mahal, kalau integrated dengan mengoptimalisasi pelebaran jalan sudah hampir jenuh," akunya.

(umi/nrl)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads