Wamenaker Imbau Pekerja Pakai Masker Imbas Abu Vulkanik Anak Krakatau

Wamenaker Imbau Pekerja Pakai Masker Imbas Abu Vulkanik Anak Krakatau

Isal Mawardi - detikNews
Senin, 07 Sep 2026 07:20 WIB
Warga mengenakan masker saat beraktivitas di Jalan Jenderal Sudirman, Jakarta, Senin (5/1/2026). Penggunaan masker menjadi salah satu langkah pencegahan untuk menjaga kesehatan di tengah imbauan kewaspadaan terhadap superflu.
Ilustrasi. warga menggunakan masker (Foto: Muhammad Farrel / detikfoto)
Jakarta -

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mencatat sebaran abu vulkanik erupsi Gunung Anak Krakatau mencapai wilayah Jakarta. Wamenaker Afriansyah Noor mengimbau para pekerja untuk menggunakan masker.

"Iya, kami mengimbau semua pekerja dan masyarakat umum untuk kalau keluar rumah pakai masker," ujar Afriansyah kepada detikcom, Senin (7/9/2026).

Ia menyarankan masyarakat untuk tidak keluar rumah terlebih dahulu. Afriansyah meminta masyarakat tetap berdiam diri di rumah hingga dampak abu vulkanik mereda.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Disarankan lebih baik berdiam diri dulu. Semoga erupsi segera reda dan berakhir," kata Afriansyah.

Meski begitu, hingga kini belum ada imbauan work from home (WFH) bagi para pekerja. Saat ini, Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) masih memantau perkembangan terkini seputar sebaran abu vulkanik tersebut.

"Sampai sekarang kita masih monitor seluruh perkembangannya. Semoga ada keputusan dari pemerintah, tetap waspada," imbuhnya.

Sebaran Abu Vulkanik Sampai Jakarta

BMKG menyebut sebaran abu mencapai wilayah Lampung hingga sebagian Jakarta. BMKG memaparkan data sebaran abu vulkanik per pukul 04.00 WIB, Minggu (6/9/2026).

BMKG mengidentifikasi dua klaster sebaran abu Gunung Anak Krakatau. "Berdasarkan informasi PVMBG dan VAAC Darwin serta analisis citra RGB Himawari-9 pada 6 September 2026 pukul 04.00 WIB, teridentifikasi dua klaster sebaran abu vulkanik Gunung Anak Krakatau," tulis BMKG dalam situs resminya.

Klaster pertama mengarah ke Jakarta, Banten, dan Jawa Barat. Sebaran abu pada klaster ini mencapai ketinggian 20.000 kaki.

"Sebaran dari permukaan hingga ketinggian 20 ribu ft teramati ke arah timur laut-selatan, mencakup sebagian DKI Jakarta, Banten, dan Jawa Barat serta perairan sekitarnya," jelasnya.

Sementara itu, sebaran dari permukaan hingga ketinggian 50.000 kaki teramati mengarah ke barat daya-barat laut. Wilayah terdampak mencakup sebagian Lampung dan sekitarnya.

"Mencakup sebagian Banten, Lampung, Bengkulu, Selat Sunda bagian selatan, serta Samudra Hindia di sebelah barat Bengkulu, Lampung, dan Banten," jelasnya.

Simak juga Video: Gunung Anak Krakatau Erupsi, Warga Diimbau Pakai Masker

Halaman 2 dari 2
(isa/gbr)


Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini