Rumah Warga di Cilebut Bogor Rasakan Debu Vulkanik Anak Krakatau

Rumah Warga di Cilebut Bogor Rasakan Debu Vulkanik Anak Krakatau

Yulida Medistiara - detikNews
Minggu, 06 Sep 2026 11:52 WIB
Rumah Warga di Cilebut Bogor Rasakan Debu Vulkanik Anak Krakatau
Rumah Warga di Cilebut Bogor Rasakan Debu Vulkanik Anak Krakatau (Foto: Herianto Batubara/detikcom)
Jakarta -

Warga Cilebut Timur Kabupaten Bogor juga dilaporkan terdampak abu vulkanik Gunung Anak Krakatau. Teras rumah warga hingga mobil terkena abu.

Pantauan detikcom, Minggu (6/9/2026), abu vulkanik menempel di kaca mobil hingga teras rumah di Cilebut Timur. Kondisi ini membuat kaki kotor ketika menginjak lantai.

Sejumlah warga sekitar juga melaporkan teras rumahnya terdampak debu vulkanik. Sejumlah warga yang beraktivitas ke luar rumah tampak menggunakan masker.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Seorang warga bernama Heri mengatakan dia kaget saat ke luar rumah melihat kondisi mobilnya yang tertutup debu vulkanik. Kini ia beraktivitas ke luar rumah menggunakan masker.

"Ini ke gereja ke daerah Bogor kota pake masker. Tetangga, dan di jalanan juga udah lihat ada cukup banyak yang aktivitas pake masker," kata Heri.

Sebaran Abu Anak Krakatau

BMKG sebelumnya mengungkap sebaran abu vulkanik akibat erupsi Gunung Anak Krakatau. BMKG menyebut abu sampai ke wilayah Lampung hingga sebagian Jakarta.

BMKG memaparkan data sebaran abu vulkanik per pukul 04.00 WIB. BMKG menyebut dua klaster sebaran abu Gunung Anak Krakatau.

"Berdasarkan informasi PVMBG dan VAAC Darwin serta analisis citra RGB Himawari-9 pada 6 September 2026 pukul 04.00 WIB, teridentifkasi dua klaster sebaran abu vulkanik Gunung Anak Krakatau," tulis BMKG dalam situsnya.

Klaster pertama yakni ke arah Jakarta, Banten dan Jawa barat. Sebaran abu mencapai ketinggian 20 ribu kaki.

"Sebaran dari permukaan hingga ketinggian 20.000 ft teramati ke arah Timur Laut-selatan, mencakup sebagian DKI Jakarta, Banten dan Jawa Barat serta perairan sekitarnya," jelasnya.

Sementara itu, sebaran dari permukaan hingga ketinggian 50.000 kaki teramati ke arah barat daya-barat laut. Wilayah ini mencakup sebagian Lampung hingga Lampung.

"Mencakup sebagian Banten, Lampung, Bengkulu, Selat Sunda bagian selatan, serta Samudra Hindia di sebelah barat Bengkulu, Lampung dan Banten," jelasnya.

Simak Video 'Sebaran Abu Krakatau Terdeteksi di Jakarta, Jabar, hingga Bengkulu':

(yld/gbr)


Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini