Sekjen PKS Muhammad Kholid menyoroti kondisi warga terdampak gempa di Dusun Ronting, Desa Satar Kampas, Kabupaten Manggarai Timur, Nusa Tenggara Timur (NTT). Dia meminta trauma korban gempa harus menjadi prioritas.
"Rekonstruksi fisik memang penting. Tetapi setelah itu, rekonstruksi mental juga harus menjadi prioritas. Trauma healing harus diperkuat," ujar Kholid dalam keterangannya, Sabtu (5/9/2026).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Kholid sempat mengunjungi warga terdampak bencana pada Jumat (4/9). Menurutnya, gempa yang masih dirasakan membuat rasa takut warga belum sepenuhnya hilang.
Dia menilai pemulihan pascabencana tak cukup hanya dengan membangun kembali rumah dan fasilitas umum yang rusak. Menurutnya, kondisi psikologis warga, terutama anak-anak, juga perlu mendapat perhatian.
"Kita melihat masyarakat masih belum berani tidur di dalam rumah. Setiap hari masih merasakan gempa. Malam hari mereka tidur di tenda, sekolah pun masih berlangsung di tenda. Artinya, rasa trauma itu masih sangat kuat," katanya.
Kholid mengatakan pendampingan psikologis perlu dilakukan secara berkelanjutan. Hal itu, kata dia, agar warga perlahan kembali merasa aman dan bisa menjalani aktivitas sehari-hari.
"Jangan sampai kita hanya membangun kembali rumah dan fasilitas umum, tetapi lupa membangun kembali rasa aman masyarakat. Karena itu, trauma healing harus menjadi bagian penting dari rekonstruksi NTT," tegasnya.
Menurutnya, anak-anak menjadi kelompok yang perlu mendapat perhatian khusus. Sebab, dia mengatakan anak-anak masih harus belajar dalam kondisi darurat.
"Anak-anak membutuhkan ruang untuk kembali merasa aman, bermain, belajar, dan tumbuh tanpa terus dibayangi ketakutan akibat gempa," tuturnya.
(amw/lir)









































