Perum BULOG terus memperkuat langkah stabilisasi harga beras dengan menggelontorkan pasokan secara langsung ke pasar rakyat dan jaringan ritel. Langkah ini dilakukan untuk memastikan ketersediaan beras sekaligus menjaga harga di tingkat konsumen tetap sesuai dengan Harga Eceran Tertinggi (HET) yang telah ditetapkan pemerintah.
Jajaran BULOG di seluruh wilayah dan cabang turun langsung ke lapangan guna memantau perkembangan harga serta ketersediaan stok pangan. Langkah ini dilakukan agar penambahan pasokan dapat segera dilakukan apabila terdapat kebutuhan di lapangan.
Direktur Utama Perum BULOG Letnan Jenderal TNI (Purn.) Dr. Ahmad Rizal Ramdhani memastikan ketersediaan beras terjangkau bagi seluruh masyarakat. Penyaluran komoditas pangan tersebut terus dikawal agar sesuai dengan ketentuan pemerintah.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"BULOG hadir langsung di pasar dan ritel. Kami gelontorkan beras agar pasokan tersedia dan harga tetap terjaga sesuai HET. Jadi bukan hanya melihat, tetapi kami langsung melakukan intervensi dengan menambah pasokan," ujar Ahmad dalam keterangan tertulis, Jum'at (4/9/2026).
Saat ini, BULOG menguasai sekitar 4,9 juta ton stok beras. Pasokan yang melimpah tersebut menjadi modal utama dalam memperkuat distribusi ke pasar rakyat serta jaringan ritel demi menjaga stabilitas harga.
Menurutnya, penguatan pasokan menjadi salah satu langkah penting untuk menjaga stabilitas harga. Dengan ketersediaan beras yang cukup di berbagai saluran distribusi, diharapkan tidak terjadi kelangkaan yang dapat mendorong kenaikan harga di tingkat konsumen.
BULOG juga terus memperluas distribusi beras melalui pasar rakyat, ritel modern, serta berbagai saluran penyaluran lainnya. Langkah tersebut dilakukan secara berkelanjutan untuk memastikan beras dapat lebih mudah dijangkau masyarakat.
"Prinsipnya sederhana, beras harus tersedia dan harganya terjangkau. Ketika pasokan di pasar membutuhkan tambahan, BULOG siap menggelontorkan beras. Kami ingin masyarakat mendapatkan kepastian harga sesuai HET," pungkasnya.
Langkah ini sekaligus menegaskan komitmen BULOG dalam menjalankan perannya sebagai stabilisator pangan. Dukungan stok yang kuat dan distribusi terintegrasi, BULOG siap melakukan intervensi secara cepat ketika dibutuhkan untuk menjaga keseimbangan pasokan dan harga beras.
BULOG memperkuat sinergi bersama pemerintah daerah, pedagang, pengelola pasar, hingga jaringan ritel nasional. Koordinasi lintas sektor ini dilakukan agar distribusi berjalan lancar dan pasokan beras tersedia secara merata di berbagai wilayah.










































