Jadi Saksi Sidang Minah, 2 Polisi Disoraki Bohooong...!

Jadi Saksi Sidang Minah, 2 Polisi Disoraki Bohooong...!

- detikNews
Senin, 10 Des 2007 16:32 WIB
Jakarta - Huuu...bohooong....! Teriakan itu menghujani 2 personel polisi saat menjadi saksi sidang kasus pendemo konversi minyak tanah alias minah ke gas.

Sidang kali ini menghadirkan anggota Satuan Intelkam, Iptu Agus Ihsan dan Iptu Yudi Budiono untuk memberikan kesaksiannya di Pengadilan Negeri (PN) Jakarta Utara, Jalan Danau Sunter, Jakarta Utara, Senin (10/12/2007).

Iptu Agus Ihsan mengatakan, para terdakwa menyerukan boikot mobil tangki.

"Terdakwa pada saat demo berteriak "boikot mobil tangki."
Karena kami khawatir bisa memprovokasi, kami tangkap," kata Agus yang langsung disambut teriakan "Huuuuu...bohong...nambah-nambahin tuh...." oleh puluhan pengunjung sidang.

"Hidup Hambali...hidup Hambali," teriak pengunjung sidang berulang kali. Hambali adalah salah satu terdakwa kasus tersebut.

Suasana sidang yang dipimpin ketua majelis hakim Daliun S ini pun menjadi gaduh.  Daliun langsung mengetok palunya guna memperingatkan.

"Kalian kan mahasiswa semua, manusia intelektual, tolong hormati sidang," kata Daliun.

Suasana sedikit tenang dan sidang dilanjutkan. "Ada kejadian lainnya tidak? tanya Daliun.

"Ya benar, mereka melempari kami dengan botol kosong. Ada 2 anggota kami yang juga kena lemparan batu dan luka," sahut Agus.

Agus mengatakan ada perintah komandan untuk menangkap terdakwa.

Sidang dilanjutkan dengan memeriksa saksi Iptu Yudi Budiono. Kesaksian Yudi sama dengan Agus.

"Saat kejadian, mereka mencoba meringsek masuk barisan polisi. Tetapi gagal. Tiba-tiba ada yang melempari kami dari barisan mahasiswa," kata Yudi yang disoraki huuu...!

Ketiga terdakwa Rifky Arsilan, Ade Faisal, dan Hambali tampak mengenakan jas almamater warna hijau. Wajah mereka terlihat tenang mendengarkan kesaksian.

Mendengarkan kesaksian 2 polisi, tiga terdakwa kompak membantahnya.

"Tidak benar, kami cuma orasi. Tidak sampai ngomong untuk memboikot mobil tangki. Kami cuma mengajak menolak konversi saja kok," kata Rifky.

Sementara itu, 3 aktivis menjahit mulutnya, usai sidang, dibopong ke luar ruang sidang oleh rekannya. Mereka dibawa ke bus Kopaja 102. (aan/nrl)


Berita Terkait