Demikian disampaikan Ambassador Deputy Permanent Representative Of Indonesia to United Nation Adityatwidi Adiwoso Asmady di The Westin Resort, Nusa Dua, badung, Bali, Senin (10/12/2007).
Negara F-11 beranggotakan antara lain Indonesia, Malaysia, Papua Nuigini, Brazil, Peru, Republik Demokratik Kongo, Kamerun, Gabon, Costa Rica dan Kolombia. Sedangkan negara G-8, antara lain Portugal, Slovenia, Australia, Norwegia, Finlandia, Belanda, dan Korea Selatan.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Pertemuan ini didasari bahwa sekitar 25% dari emisi dunia gas rumah kaca berasal dari deforestasi dan kebakaran hutan. Emisi dari deforestasi kesebelas negara ini merupakan jumlah yang signifikan dari seluruh emisi dunia gas ruah kaca yang dikeluarkan oleh wilayah tropis.
Sebaliknya hutan hujan tropis memiliki daya serap CO2 yang relatif lebih tinggi dibanding dengan daya serap jenis hutan lainnya dari hutan di negara maju, seperti Rusia, Kanada, Amerika Serikat, dan Australia.
Hutan hujan tropis memiliki peran yang penting dalam pelestarian lingkungan hidup dunia. sekitar 6 atau 7% dari permukaan bumi ditumbuhi oleh hutan hujan tropis, yakni 3,4 juta mil persegi. Data FAO tahun 2005 mengindikasikan bahwa hutan hujan tropis mencakup sekitar 16% dari seluruh hutan di dunia.
"Pertemuan ini untuk menentukan langkah apa yang harus dilakukan untuk masa depan tahun 2008-2012, saat ini negara-negara hutan hujan tropis belum memiliki kesamaan pandangan dalam penanganan global warming," kata dia. (gds/asy)











































