Aparat Diminta Tak Berlebihan Amankan Natal di Pekanbaru

Aparat Diminta Tak Berlebihan Amankan Natal di Pekanbaru

- detikNews
Senin, 10 Des 2007 15:09 WIB
Pekanbaru - Poltabes Pekanbaru dalam mengamankan dua hari raya Idul Adha dan Natal akan menerjukan 2/3 kekuatannya. Namun para pengurus geraja di Pekanbaru berharap aparat tidak melakukan pengamanan yang berebihan.
 
Dalam akhir tahun ini, dua perayaan hari raya nyaris bersamaan yakni Idul Adha dan Natal. Untuk mengantisipasi dari berbagai macam ancaman di Pekanbaru, Poltabes setempat akan mengintensifkan personelnya di sejumlah tempat ibadah baik masjid dan gereja.
 
"Untuk mengamankan dua hari raya ini, dua pertiga personel atau sekitar seribu  personel akan diterjunkan ke lapangan. Mereka bertugas mengamankan masjid dan gereja di seluruh kota Pekanbaru," terang Kabag Operasi Poltabes Pekanbaru Kompol M Anis kepada wartawan, Senin (10/12/2007) di Pekanbaru.

Selain personel kepolisian, pengamanan perayaan dua hari raya ini juga akan dibantu personel dari Polda Riau dan TNI. Pengamanan ini dilakukan untuk menciptakan rasa aman dan tentram dalam melaksanakan ibadah tadi. Maklumlah, sekitar 7 tahun silam, di Geraja HKBP Riau di Jl Hangtua Pekanbaru, menjadi korban salah satu bom Natal. Setidaknya waktu itu diperkirakan 4 orang tewas.

Walau tujuan pengamanan ini untuk menciptakan rasa aman, namun sebaiknya khusus pengamanan Natal polisi diminta untuk tidak berlebihan dalam sistem pengamanan yang diterapkan.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Kapelan I (Pastor Pembantu), Dominikus De Dowa dari Geraja Khatolik Santa Maria, Pekanbaru dalam perbincangan dengan detikcom, mengatakan pihaknya berharap pengaman yang diberikan harus ada areal batasan yang ditentukan.

Misalkan saja, aparat hanya boleh berjaga-jaga di luar gedung Gereja Khatolik di Jl Ayani Pekanbaru itu yang membawahi 700 jemaat itu. "Kami memang memesan agar aparat tidak masuk ke dalam areal gereja kami. Hanya itu saja yang kami pesankan. Ini semua semata-semata untuk menimbulkan rasa kenyamanan dalam beribadah," terang Pastor yang baru menetap 4 tahun di Pekanbaru.

Menurutnya pengaman yang berlebihan, misalkan diterjunkannya mobil Gegana alias mobil penjinak bom. Kehadiran perangkat keamanan seperti ini, malah dipandang menimbulkan kesan kurang baik. (cha/djo)


Berita Terkait