Wacana yang disampaikan Menag adalah satu kali haji bagi setiap umat muslim Indonesia.
Imbauan Menag dinilainya sangat sesuai dengan keterbatasan ruang yang ada di Makkah dan jatah quota yang diberikan pemerintahan Arab Saudi kepada Indonesia.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Selain itu, imbuh Agung, pemerintah Arab Saudi juga hanya memberikan jatah haji 1 persen dari jumlah penduduk Indonesia karena ruang yang terbatas.
Menurut Agung, masyarakat harus mermahami wacana Menag tersebut karena banyak sekali umat Islam yang belum pernah menunaikan ibadah haji harus tertunda akibat terbatasnya quota.
"Sebaiknya ada pemikiran di masyarakat yang sudah pernah untuk mendahulukan yang belum pernah. Biar semua pernah merasakan," terang Agung.
Berbeda dengan Agung, Wakil Ketua DPR Soetardjo Soerdjogoeritno menilai pembatasan tersebut akan menuai kontroversi dan polemik di masyarakat. Karena itu Depag diminta tidak mengurusi hal-hal kecil seperti ini.
"Rencana itu akan mendapatkan reaksi dari umat Islam. Biarkan sajalah. Paling berapa sih yang pernah haji naik haji kembali. Depag ngurusi yang lebih penting saja. Bagaimana haji tahun ini sukses, tidak seperti dulu kelaparan," pinta Tardjo.
(yid/umi)











































