"Ini menunjukkan pemerintah sekarang lemah, tidak becus lagi menjaga teritorial NKRI. Saya sedih mendengar kabar itu," ucap pria bernama lengkap Soetardjo Soerjogoeritno di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Senin (10/12/2007).
Wakil Ketua DPR ini meminta pemerintah melalui Depdagri segera mengirimkan tim untuk mengecek kebenarannya. Jika terbukti ada upaya menjual 2 pulau tersebut, baik yang dilakukan oleh oknum-oknum dari pemda atau yang lain, Depdagri harus memberikan sanksi keras.
"Kita sudah kehilangan Sipadan-Ligitan, ini malah mau dijual. Pulau ini bukan milik pemerintah atau pemda, tapi milik anak cucu. Mardiyanto (Mendagri) itu suruh kirim anak buahnya mengecek ini. tindak tegas kalau ada yang macem-macem," cetus Mbah Tardjo.
Politisi gaek PDIP ini berharap kejadian tersebut dijadikan pelajaran bagi pemerintah untuk lebih serius mengurusi pulau-pulau kecil yang terbengkalai. "Jangan sampai kita bergerak kalau sudah ada begini-begitu," tutup Tardjo.
Pulau Panjang seluas 33 hektar dan Meriam Besar seluas 5 hektar di Sumbawa, NTB, dilego Karangasem Property melalui situs www.karangasemproperty.com. (yid/sss)











































