"Semoga sih saat puncaknya nanti tidak hujan dan tidak mendung, sehingga bisa diamati," harap Muthoha dari Jogja Astro Club saat dihubungi detikcom, Senin (10/12/2007).
Menurutnya, peristiwa itu bisa diamati dengan posisi tidur terlentang di tempat terbuka. Dengan demikian, mata akan langsung menatap ke langit. "Malah tidak bisa dilihat dengan teleskop, cukup mata kita. Ini bahkan bisa difoto," cetus Thoha.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Mendung atau awan tipis saja bisa mengganggu. Di NTT, akan lebih bagus untuk melihatnya karena cukup kering (tidak banyak hujan). Kalau mau melihat, matikan lampu sekitar kita agar efek gelap tetap terjaga," jelas Thomas.
Hujan meteor geminid lebih jelas terlihat dari negara-negara yang berada di belahan bumi utara seperti di Amerika dan Eropa. Dari Jepang pun, hujan meteor ini bisa terlihat jelas. Apalagi negara-negara belahan bumi utara curah hujan dan kemungkinan mendungnya lebih sedikit dibanding Indonesia.
Menurut dia, kemungkinan meteor itu berasal dari inti komet, di mana kepala kometnya yang berupa es dan debu sudah menghilang. Dalam semenit diperkirakan ada 2 meteor yang jatuh, dan dalam 1 jam ada sekitar 120 meteor. (nvt/nrl)











































